Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Harga Beras Diprediksi Kerek Inflasi Januari

Ahad 21 Jan 2018 19:47 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Pekerja mengemas beras hasil pembelian dari petani di Gudang Bulog Subdivre Serang, di Serang, Banten, Jumat (19/1).

Pekerja mengemas beras hasil pembelian dari petani di Gudang Bulog Subdivre Serang, di Serang, Banten, Jumat (19/1).

Foto: Asep Fathulrahman/Antara
Bobot beras terhadap inflasi cukup tinggi yakni sekitar 3,8 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, kenaikan harga beras belakangan ini dapat mempengaruhi angka inflasi. Apalagi bila kenaikan harga itu terus terjadi lebih dari pekan kedua.

"Harga berasnya masih naik (sampai sekarang). Jadi kemungkinan berpengaruh ke inflasi Januari," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti kepada Republika.co.id, Ahad, (21/1).

Meski begitu, ia berharap harga beras bisa segera terkendali. Sebab, bobot beras terhadap inflasi cukup tinggi yakni sekitar 3,8 persen. "Artinya kalau ada kenaikan sedikit saja akan berpengaruh pada inflasinya," ucapnya.

Harga beras pada pekan kedua Januari, kata dia, naik hingga sekitar tiga persen. Ia menambahkan, sebenarnya setiap tahun periode kenaikan harga beras sama yakni dari Desember sampai Januari.

Yunita mengatakan, dengan adanya impor beras akan membantu pada sisi suplai. "Kemarin kan sempat lihat di beberapa pasar ada yang langka. Kalau suplainya dibantu maka akan menekan harga beras itu sendiri," kata dia.

Bank Indonesia (BI) menyatakan, angka inflasi pada pekan ketiga Januari ditekan oleh volatile food. Terutama beras, daging ayam ras, dan cabai merah. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Bl Yati Kurniati menyebutkan berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH), inflasi Januari hingga minggu ketiga diprediksi sebesar 0,68 persen month to month (mtm).

"Atau 3,31 persen year on year (yoy)," ujarnya saat ditanya Republika.co.id, Ahad, (21/1).

Beras berkontribusi paling banyak terhadap tingkat inflasi Januari sampai minggu ketiga. Kontribusi inflasi bulanan beras mencapai 0,12 persen.

"Sedangkan daging ayam menyumbang inflasi bulanan sebesar 0,7 persen. Lalu cabai merah sebesar 0,6 persen, dan cabai rawit menyumbang 0,5 persen," kata Yati.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA