Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Tolak Angkut Korban Kecelakaan, Polisi India Dinonaktifkan

Sabtu 20 Jan 2018 11:55 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Reiny Dwinanda

Korban Tewas/ilustrasi

Korban Tewas/ilustrasi

Foto: ist
Polisi takut mobil dinasnya kotor berlumuran darah.

REPUBLIKA.CO.ID, MEERUT-- Dua anak laki-laki berusia 15 tahun meninggal di pinggir jalan India setelah mengalami kecelakaan pada Kamis (18/1) malam waktu setempat. Nyawa mereka tak tertolong setelah polisi yang menjawab panggilan UP Dial 100 menolak membawa korban ke rumah sakit. Polisi khawatir darah anak-anak yang luka parah tersebut akan mengotori kendaraannya, yaitu Toyota Innova.

Dalam sebuah video, terlihat ketidakpedulian dari anggota kepolisian yang tengah bertugas untuk membantu kedua remaja tersebut. Di video tersebut terlihat, salah satu polisi bertanya, "Di mana kita akan duduk sepanjang malam jika kendaraan kita kotor?," kata polisi itu seperti yang dilansir di Times of India, Sabtu (20/1).

Atas kelalaian tersebut, Departemen Kepolisian segera menonaktifkan tiga polisi, yakni Kepala Kepolisian Inderpal Singh dan dua petugas polisi lainnya, yaitu Pankaj Kumar dan Manoj Kumar.

Pengawas kepolisian Saharanpur, Sunil Emannuel, mengatakan Departemen Kepolisian tidak akan mentolerir jenis perlakuan yang tidak manusiawi, yang seharusnya diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan pertolongan. "Mereka (ketiga polisi) sudah dinonaktifkan. Jika setelah penyelidikan terbukti ada tindakan mereka yang tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral, tindakan selanjutnya akan diambil terhadap mereka," kata Emannuel.

Arpit Khurana dan Sunny Gupta merupakan pelajar yang masih duduk di kelas satu sekolah menengah atas, di sebuah sekolah di Kota Saharanpur. Mereka merupakan penduduk di wilayah Sonia Vihar.

Saat pulang menjuju rumahnya, sepeda motor yang ditumpangi kedua remaja tersebut menabrak tiang listrik. Mereka pun terlempar ke saluran pembuangan yang berada di tepi jalan. Kedua remaja tersebut dikeluarkan dari saluran pembuangan oleh warga sekitar dan pejalan yang lewat.

Dalam video tersebut, dengan jelas terlihat Arpit dan Sunny terluka dan terbaring di jalan. Warga kemudian memanggil polisi. Aparat yang tiba di tempat kejadian merespons panggilan masyarakat lewat UP Dial 100, Sistem Manajemen Darurat Polisi Uttar Pradesh, yang sebelumnya juga disebut sebagai Uttar Pradesh State-wide Dial 100 Project.

Akan tetapi, polisi tersebut terlihat menolak membawa kedua anak laki-laki tersebut ke rumah sakit. "Mobil itu akan menjadi kotor. Tunggu sebentar," kata salah satu polisi.

Tidak kunjung diberi pertolongan, kedua anak-anak yang terluka tersebut meninggal di lokasi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. "Keluarga kami hancur. Jika polisi itu menunjukkan sedikit belas kasihan, anak saya pasti hidup," kata seorang ayah salah satu korban yang bernama Arpit, Rakesh Khurana.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA