Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Impor Beras Masuk Tahap Negosiasi Harga

Jumat 19 Jan 2018 16:24 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini

  Pekerja melaukan bongkar muat karung berisi beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/11).  (Republika/Agung Supriyanto)

Pekerja melaukan bongkar muat karung berisi beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/11). (Republika/Agung Supriyanto)

Ada 11 perusahaan yang memenuhi syarat administrasi impor beras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog akan segera mendatangkan beras impor sebanyak maksimal 500 ribu ton dalam waktu dekat. Proses impor tersebut saat ini telah memasuki tahapan negosiasi harga dengan eksportir dari negara-negara produsen tujuan.

"Saat ini masih proses bidding," ujar Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati, saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (19/1).

Bulog telah resmi menutup lelang impor untuk beras pada Rabu (17/1) lalu. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, hingga lelang ditutup, ada 21 perusahaan dari negara produsen yang mendaftar.

"Tapi yang memenuhi persyaratan administrasi sampai hari ini baru 11 perusahaan," kata Djarot, saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (18/11).

Bulog telah mendapat izin dari pemerintah untuk melakukan importasi beras umum sebanyak maksimal 500 ribu ton. Pemerintah memberi batas waktu pada perusahaan pelat merah itu untuk mendatangkan beras sampai akhir Februari 2018.

Karena itu, Djarot mengatakan, dalam proses negosiasi, timnya akan meminta percepatan pada eksportir agar dapat mengirim barang sebelum batas waktu 28 Februari.
 
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA