Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Ini Cara Parpol Islam Agar Dipercaya Rakyat

Rabu 17 Jan 2018 15:26 WIB

Red: Budi Raharjo

Diskusi Awal Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Solusi UI bekerja sama dengan Forum Akselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI).

Diskusi Awal Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Solusi UI bekerja sama dengan Forum Akselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI).

Foto: Iluni UI

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Himpunan profesional Muslim lulusan Universitas Indonesia yang tergabung dalam Solusi UI (Solidaritas Muslim Alumni Universitas Indonesia) mengatakan, partai politik (parpol) yang membawa label Islam harus menjauhi korupsi dan perbuatan yang dilarang agama. Hanya dengan cara inilah, parpol Islam itu akan dipercaya rakyat.

Pernyataan itu mengemuka dalam Diskusi Awal Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Solusi UI. Acara ini dihelat bekerja sama dengan Forum Akselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI) dalam memperingati Milad Ssolusi UI pertama dan Milad FAMMI ketiga.

Ketua Umum Solusi UI Sabrun Jamil menginginkan parpol berbasis Islam bersatu untuk memperjuangkan kepentingan umat untuk membawa Indonesia yang lebih baik, lebih maju dan rakyatnya lebih sejahtera. "Sudah sepantasnya janji-janji yang disampaikan saat kampanye juga harus benar-benar direalisasikan,” ujar dia.

Sependapat dengan Sabrun Jamil, Konsultan Politik dari Polmark Eep Saefullah Fatah menyampaikan, sebuah parpol dikatakan Islami apabila dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam agama Islam. Parpol itu juga benar-benar  menyejahterakan umat Islam, menjauhi perbuatan korupsi dan menjauhi dari segala perbuatan-perbuatan yang dilarang agama.

Jika Parpol tersebut mengaku Parpol Islam, tapi perbuatannya jauh dari nilai-nilai Islam, tidak mampu menyejahterakan rakyat, maka Parpol tersebut tidak pantas dikatakan sebagai parpol Islam. Karena itu, Eep meminta masyarakat untuk berhati hati dan jangan mudah mengategorikan sebuah Parpol.

“Jangan sampai ada kategori Partai Politik Non Penista Agama (PPNA) dan Parpol Penista Agama (PPA). Yang harus diutamakan Partai partai politik Islam adalah bagaimana memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memperluas jaringan,” kata Eep.

Acara yang dipandu oleh Dosen Institut STIAMI yang juga Sekjen Ssolusi  UI Eman Sulaeman Nasim ini menghadirkan pula beberapa pembicara lain antara lain,  calon presiden dari DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera dan Ketua Umum FAMMI Akmal Naseri Baseral. Lalu Wakil Bendahara Umum DPP PAN Chandra Tirtawijaya alias Acai  dan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Arief Budhy Hardono.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA