Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

OK-Otrip Diuji Coba di Jalur Duren Sawit-Kampung Melayu

Senin 15 Jan 2018 11:51 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Hazliansyah

Bus Transjakarta melintas didepan Halte Transjakarta Benhil, Jakarta, Sabtu (6/1).

Bus Transjakarta melintas didepan Halte Transjakarta Benhil, Jakarta, Sabtu (6/1).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT Transjakarta akan melakukan uji coba program One Kecamatan One Trip (OK Otrip). Uji coba akan dimulai hari ini pukul 15.00 WIB.

"Kami sudah laporkan ke gubernur, arahan beliau hari ini OK Otrip kan harus jalan (tanggal) 15. Kita akan lakukan hari ini mulai jam 15.00 WIB supaya nanti warga pulang sudah bisa menikmati," kata Direktur PT Transjakarta Budi Kaliwono, di Jakarta, Senin (15/1).

Budi menjelaskan, uji coba OK Otrip akan dimulai di satu jalur, yaitu Kampung Melayu-Duren Sawit. Jalur lain akan dibuka secara bertahap beberapa hari kemudian.

"Lusa satu rute lagi," ujar dia.

PT Transjakarta akan memasang (install) alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan OK-Otrip. Akan ada pula petugas di lapangan yang menjelaskan kepada para pelanggan tentang program tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, uji coba ini akan dievaluasi per hari. Ia berharap masyarakat dapat memberikan masukan dan kritik yang membangun selama masa uji coba. Dengan begitu, ada kepedulian dari warga untuk memajukan program tersebut.

"Dari uji coba ini kita akan dapat masukan, utamanya adalah soal integrasi, bagaimana penumpang bisa menggunakan kendaraan publik dari satu tempat ke tempat lainnya, yang angkutannya tersambungkan," kata Anies di Balai Kota, Senin (15/1).

Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan akan ada empat rute yang diuji coba. Ia menargetkan 20 ribu penumpang akan menggunakan fasilitas ini selama tiga bulan masa uji coba.

Ok Otrip adalah program dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan transportasi umum yang murah dan praktis. Dalam program ini, penumpang hanya akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 untuk sekali jalan ke tempat tujuan dengan menggunakan beberapa moda transportasi. Seperti commuterline, bus Transjakarta dan angkutan umum (angkot) dengan menggunakan Ok Otrip. 

Misalkan, dari rumah warga menaiki angkot dan dipotong Rp 4.000 saat melakukan tap kartu sesuai tarif angkot. Kemudian saat ia naik angkutan berikutnya, warga melakukan tap lagi tetapi hanya dikenakan biaya Rp 1.000. Dan jika ia melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lainnya, Transjakarta misalnya, saat melakukan tap ia akan dikenakan biaya Rp 0.

Namun fasilitas tersebut hanya bisa digunakan selama kurun waktu tiga jam dalam satu kali perjalanan.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA