Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Sheikh Qatar Mengaku Ditahan di Uni Emirat Arab

Senin 15 Jan 2018 09:39 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Ani Nursalikah

Kota Doha, Qatar.

Kota Doha, Qatar.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI --  Seorang anggota keluarga kerajaan Qatar mengatakan pada Ahad (14/1) waktu setempat dia ditahan dalam melakukan aktivitas sesuai keinginannya di Uni Emirat Arab (UEA). Pengakuan tersebut berlawanan dengan klaim pemerintah UEA yang mengatakan dia dibebaskan untuk bergerak sesuai keinginannya.

 

Sheikh Abdullah bin Ali Al Thani merupakan saudara dari mantan penguasa Qatar. Dia mengungkapkan pengakuannya tersebut dalam sebuah video yang diunggah di Twitter.

"Saya ditahan. Mereka mengatakan kepada saya jangan pergi. Saya khawatir akan dituduh melakukan sesuatu. Saya hanya ingin memberi tahu Anda jika terjadi sesuatu pada saya, Qatar tidak bersalah dan saya berada di bawah jamuan Sheikh Mohammed, dan jika ada sesuatu terjadi pada saya, maka itu pada dia," kata Al Thani, mengacu pada Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed.

 

Kantor berita resmi UEA WAM, mengutip sumber dari Kementerian Luar Negeri mengatakan Al Thani memiliki mobilitas dan kebebasan bergerak yang tak terkendali selama masa tinggalnya. Sesudah itu Sheikh Abdullah telah menyatakan keinginannya meninggalkan UEA," kantor berita tersebut melaporkan, dikutip CNN, Senin (15/1).

 

Menurut laporan kantor berita Qatar News, yang mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Lulwa al-Khater, pemerintah Qatar mengamati situasi ini dengan seksama. UAE bersama Arab Saudi dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar tahun lalu. Mereka menuduh Qatar mendanai terorisme, tuduhan yang dibantahnya. Para tetangga Teluk juga mengkritik Qatar karena hubungan yang semakin erat dengan Iran.

 

 

Al Thani diduga telah mendukung posisi Saudi dan UEA terhadap Qatar. Pada Oktober, Al Thani mengatakan di Twitter otoritas Qatar telah membekukan aset dan dananya.

Dia juga menulis, berharap Qatar akan mengusir oportunis dan kembali ke pelukan Teluk. Pada bulan itu juga media pemerintah Saudi melaporkan Al Thani mengunjungi Arab Saudi dan bertemu denganRaja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA