Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

PPPA Daarul Qur’an akan Bangun 100 Jembatan Kehidupan

Senin 15 Jan 2018 00:20 WIB

Red: Irwan Kelana

Jembatan Kehidupan yang dibangun oleh PPPA.

Jembatan Kehidupan yang dibangun oleh PPPA.

Foto: Dok PPPA

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Qur’an bersama Paytren meresmikan Jembatan Kehidupan yang menghubungkan dua provinsi yakni Banten dan Jawa Barat,  Ahad (14/1). Jembatan sepanjang 35 meter ini menghubungkan Kampung Bojong Bitung, Ciangir, Legok, Tangerang, Banten dengan Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat.

Acara peresmian dihadiri Pimpinan Pesantran Daarul Qur’an Ustadz Ahmad Jameel, jajaran direksi PPPA Daarul Qur’an di antaranya Direktur Utama Muhammad Anwar Sani, Dewan Syariah Ustadz Ahmad Kosasih, Direktur Eksekutif Tarmizi Ashidiq. Hadir pula Direktur Paytren TV Oke Dany Ferdian, tokoh masyarakat dan ratusan warga Jagabita dan Ciangir, Legok.

Direktur Eksekutif PPPA Darul Qur’an, Tarmizi As Shiddiq mengatakan pembangunan Jembatan Kehidupan berlangsung selama empat bulan dan menggelontorkan dana sekitar Rp 500 juta. ‘’Peletakan batu pertama pembangunan pada Agustus 2017 selesai Januari 2018,’’ kata Tarmizi dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (14/1).

 

Tarmizi mengatakan targetnya lembaga yang dikelolanya akan membangun 100 Jembatan Kehidupan. ‘’Tahun 2018, insya Allah kami akan membangun empat jembatan. Kalau yang di Jagabita dari sedekah harian Paytren yang besarnya Rp 2.000 per hari jadi satu jembatan ini menelan biaya sekitar Rp 500 juta. Bersama Paytren ini jembatan yang kedua,’’ tandasnya.

Lebih lanjut Tarmizi mengatakan, filosofi Jembatan Kehidupan kalau diibaratkan adalah Alquran Surat Ar Rahman (kasih sayang). ‘’Kalau kita mengambil dari Alquran,  surat Ar-Rahman. Jadi kasih sayang buat masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai bahwa jembatan adalah pusat kehidupan. Karena di jembatan ini berguna untuk aktivitas pendidikan dan kegiatan ekonomi,’’ ujarnya.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Muhammad Anwar Sani menceritakan awalnya informasi keberadaan jembatan bambu di desa Jagabita ini dari mitra Paytren. ‘’Jembatan ini informasi awalnya adalah dari Mitra Paytren, kemudian dilaporkan ke PPPA, atas izin Allah setelah diskusi, kita putuskan segera disurvey kemudian ditentukan dan insya Allah akan kita bangun jembatan di sini,’’ katanya.

 

Ia menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinya hanya sebagai jembatan juga dari para donator kepada siapapun yang akan menerima manfaat. ‘’Saya yakin doanya warga semuanya inilah yang didengar Allah SWT yang kemudian menggerakkan teman-teman Paytren dan PPPA Daarul Qur'an hadir di sini,’’ ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA