Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Profesor Indonesia Raih King Faisal International Prize 2018

Kamis 11 Jan 2018 09:19 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ani Nursalikah

 Profesor Irwandi Jaswir meraih penghargaan King Faisal International Prize 2018 di Riyadh, Arab Saudi atas pelayanannya terhadap Islam

Profesor Irwandi Jaswir meraih penghargaan King Faisal International Prize 2018 di Riyadh, Arab Saudi atas pelayanannya terhadap Islam

Foto: Arab News

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Seorang profesor asal Indonesia meraih penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) 2018 di Riyadh, Rabu (10/1). Profesor Irwandi Jaswir diakui karena kontribusinya dalam ilmu kehalalan makanan.

Penelitiannya di bidang ini telah membawa perkembangan pada metode baru menganalisis kandungan makanan. Ia mengembangkan metode baru deteksi cepat kandungan nonhalal pada hidangan.

Seperti dilansir di Arab News, perangkat Portable Electronic Nose yang diusungnya bisa mendeteksi keberadaan alkohol atau lemak babi dalam hitungan detik. Ini membuatnya berhak memenangkan perhargaan kategori pelayanan untuk Islam.



Profesor Jaswir saat ini menjabat Wakil Dekan International Institute for Halal Research and Training (INHART) dan Secretary of Council of Professors di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Ia sudah mempublikasikan beragam temuan dan penelitian terkait ilmu halal. Komite Penghargaan menyebut Prof Jaswir telah melakukan banyak hal untuk menjadikan INHART dan IIUM terdepan dalam dunia halal.

Ia juga mengembangkan alternatif makanan halal serta memproduksi gelatin halal dari berbagai sumber halal seperti unta dan ikan. Komite mencatat kolaborasi Prof Jaswir dan ilmuwan lain pun berhasil mengembangkan metode deteksi kandungan nonhalal pada kosmetik.

Dilansir Saudi Gazette, Prof Jaswir lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia memperoleh gelar sarjananya di Institut Pertanian Bogor pada 1992. Ia kemudian melanjutkan Master di bidang Ilmu Bioteknologi dan Makanan pada 1996. Gelar doktor diperolehnya pada 2000 dari Universitas Putra di Malaysia.

Sejak didirikan pada 1979, KFIP memberikan penghargaan dalam Pelayanan terhadap Islam, Studi Islam, Bahasa Arab dan Sastra, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA