Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Bantul Buat Terobosan demi Kenyamanan Wisatawan

Selasa 09 Jan 2018 20:02 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Indira Rezkisari

Ribuan wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Yogyakarta, Ahad (19/7). Selain Keraton dan Malioboro, Pantai Parangtritis menjadi salah satu tujuan favorit tujuan wisata di libur lebaran ini.

Ribuan wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Yogyakarta, Ahad (19/7). Selain Keraton dan Malioboro, Pantai Parangtritis menjadi salah satu tujuan favorit tujuan wisata di libur lebaran ini.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Berwisata seharusnya menghilangkan penat. Namun jika berwisata dibumbui dengan kemacetan, kepenatan justru kian bertambah. Oleh karena itu, Kabupaten Bantul pun tengah mempersiapkan terobosan demi meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanto mengatakan, salah satu hal yang harus dilakukan adalah pemindahan tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. "Pemindahan harus dilakukan karena TPR yang ada saat ini letaknya terlalu dekat dengan Jembatan Kretek," ujarnya, Selasa (9/1).

Hal ini kemudian membuat antrian kendaraan kian mengular karena daya tampung ruas di jembatan sangat terbatas. Penumpukan di atas jembatan juga berpotensi memperpendek usia konstruksi jembatan karena terlalu kerap menopang beban mati dari kendaraan yang berhenti di atas jembatan.

Oleh karena itu, lanjut dia, TPR harus dipindah ke arah selatan agar letaknya tak terlalu berdekatan dengan jenbatan tersebut. Selain itu, demi memangkas waktu transaksi di TPR, maka Dinas Pariwisata Bantul pun berencana untuk menerapkan sistem tiket elektronik.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru mengatakan, dengan penerapan tiket elektronik, maka diharapkan dapat mengurai antrian kendaraan secara optimal. Saat ini rencana tersebut masih terus dimatangkan. Jika dapat segera dilaksanakan, maka proses transaksi di TPR dapat dipercepat terutama untuk bus wisata, kata dia.

Antrian di TPR itu merupakan hal yang menjadi perhatian bagi pemerintah setempat mengingat Pantai Parangtritis hingga kini masih jadi primadona di mata wisatawan. Karena itu, maka obyek inilah yang memiliki kontribusi pendapatan yang paling besar dari sektor pariwisata.

Tak tanggung-tanggung, dari total pendapatan sebesar Rp 16,68 miliar pada 2017, pantai dengan hamparan pasir hitam itu menyumbang pendapatan sebesar Rp 14 miliar. Sedangkan urutan kedua dari sisi kontribusi pendapatan diduduki oleh Pantai Samas. Jumlahnya pun terpaut sangat jauh dibanding Pantai Parangtritis karena pantai ini hanya mampu berkontribusi sebesar Rp 1,4 miliar.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA