Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Ini Cara PM Thailand 'Tipu' Wartawan

Selasa 09 Jan 2018 18:51 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

 PM Prayuth Chan-ocha

PM Prayuth Chan-ocha

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha  yang dikenal bersifat tempramen, menggunakan taktik unik untuk mengelabui wartawan. Ia memasang sejumlah replika bergambar dirinya yang terbuat dari karton demi menghindari pertanyaan wartawan di kantor PM.

Sebanyak 17 replika karton bergambar Prayuth disimpan di sekitar kompleks pemerintahan, menjelang perayaan Hari Anak yang jatuh pada Sabtu (13/1).

Replika itu menunjukkan gambar Prayuth dalam berbagai pose, dengan pakaian olahraga, pakaian kerja, dan pakaian tradisional Thailand.

Pada Senin (8/1), Prayuth sempat berbicara sebentar di gedung pemerintahan, sebelum sebuah replika karton bergambar dirinya sedang memakai jas dan dasi dikeluarkan dari dalam gedung. Prayuth, yang dikenal memiliki humor yang kejam, lalu mengatakan kepada para wartawan untuk mengajukan pertanyaan kepada potongan karton tersebut. "Tanya orang ini," kata dia.

Hal ini kemudian mendapat kritik dari Human Rights Watch (HRW), yang mengatakan pemimpin junta militer itu telah menunjukkan penghinaan terhadap media. Thailand belum memulihkan demokrasi sejak kudeta 2014.

"Pemimpin junta Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha terus menunjukkan penghinaan terhadap kritik dan keterbukaan media," kata peneliti senior HRW Thailand, Sunai Phasuk.

Pada 2015, Prayuth pernah mengatakan ia memiliki kekuatan untuk mengeksekusi wartawan. Sementara dalam kejadian terpisah, dia pernah melemparkan kulit pisang ke seorang reporter.

Pemerintahan Prayuth telah mengumumkan akan mengadakan pemilihan umum pada November 2018, setelah berulang kali menunda pemungutan suara. Namun, pemerintah belum mencabut larangan kampanye politik meski telah mendapat tekanan dari kelompok-kelompok politik.

"Bahkan ketika junta berjanji untuk mengadakan pemilihan, tidak ada ruang terbuka untuk kebebasan media," kata Sunai.
 

Hari Anak dirayakan setiap tahun di Thailand pada Sabtu kedua bulan Januari.   Pada hari itu, angkatan bersenjata akan membuka barak militer bagi anak-anak dan membiarkan mereka berpose dengan senjata dan tank. Anak-anak juga akan diajak duduk di meja kerja perdana menteri di dalam gedung pemerintah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA