Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

SDT Bina Ilmu Gelar Training Motivasi

Selasa 09 Jan 2018 11:00 WIB

Rep: Irwan Kelana/ Red: Agung Sasongko

 Training Motivasi kepada 46 peserta didik kelas VI di Masjid Maryam Al Muhsen, Perguruan Bina Ilmu, Jum'at (5/1) malam.

Training Motivasi kepada 46 peserta didik kelas VI di Masjid Maryam Al Muhsen, Perguruan Bina Ilmu, Jum'at (5/1) malam.

Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Memasuki pekan pertama semester genap tahun pelajaran 2017/2018, Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu, Parung, Bogor, Jawa Barat,  menggelar Training Motivasi kepada 46 peserta didik kelas VI di Masjid Maryam Al Muhsen, Perguruan Bina Ilmu, Jum'at (5/1) malam. Kegiatan yang dirangkai bersamaan dengan program Mabit (bermalam, red) setiap pekan digelar dalam rangka meningkatkan semangat belajar setelah libur jeda semester ganjil.

Dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (9/1) kegiatan ini menghadirkan motivator muda, Ahmad Fahmi, S.Pd.I, M.Pd. Acara berlangsung setelah shalat Isya berjamaah hingga pukul 21.30 WIB. Dalam kesematan tersebut, Fahmi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Daarul Marhamah, Bogor, Jawa Barat, memberikan enam rahasia sukses belajar kepada para peserta yang dengan penuh antusias mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir.

''Pertama, motivasi. Semangat yang hadir dari hati dan pikiran yang kuat untuk menjadi terbaik menjadi alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang menuju kesuksesan dan kemuliaan hidup,'' jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPIT Insan Mandiri, Parung, Bogor, Jawa Barat ini.

Kedua, sambung master Universitas Islam Attahiriyah, Jakarta, Program Studi Majemen Pendidikan, lulusan 2015, adalah sasaran dan target yang jelas. ''Kunci sukses dalam menimba ilmu harus memiliki sasaran dan target yang jelas melalui cara membuat strategi.''

Pengurus MUI Kecamatan Gunungsindur, Bogor, melanjutkan, ketiga, totalitas. ''Jika ingin sukses dalam pendidikan harus bersungguh- sungguh (totalitas) dan tekun dalam perjuangan (belajar, red) untuk mencapai tujuan,'' tegasnya.

Keempat, lanjut, pria kelahiran Jakarta, 22 September 1981 adalah selalu berpikir positif. ''Yakin bahwa apa yang sekarang kita lakukan akan membuahkan hasil yang terbaik,'' katanya.

Ia meneruskan, kelima wajib memiliki sifat sabar. ''Sabar itu ilmu tingkat tinggi, belajarnya setiap hari, latihannya setiap saat, ujiannya sering mendadak, sekolahnya seumur hidup,'' katanya berpilosofi.

Dan rahasia keenam adalah puncak dari semuanya yaitu, berdo’a. ''Kita tidak pernah tahu do’a kita yang mana akan dikabulkan, maka perbanyaklah doa terkadang bantuan Allah datang dari arah yang tak terduga, itulah kekuatan doa,'' tandasnya.

Dari kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua jam dirasakan sekali manfaatnya bagi peserta. Rahmaningrum (12 th), misalnya. Murid kelas VI-B ini mengaku sangat senang dengan adanya training motivasi yang digelar di sekolahnya yang berbarengan dengan kegiatan Mabit yang dilakukan setiap Jum'at sampai Sabtu setiap pekan. ''Acaranya bagus, memotivasi kita untuk menjadi lebih baik dan punya semangat yang lebih dalam belajar,'' ujar Rahma polos.

Ia berharap, kelak, ketika menjadi orang sukses tidak akan melupakan jasa kedua orang tuanya yang sudah mendidik dan membimbingnya. ''Insya Allah setelah sukses nanti ingin sekali membahagiakan orang tua dan ingin mengajak mereka ke Baitullah,'' ujar Rahma yang memiliki cita-cita menjadi ilmuan yang hafal Alquran.

Sementara itu, Fazayya Syauqii Wardhani (12 th), mengaku sangat terharu pada sesi menulis surat 'cinta' untuk kedua orang tua. ''Acaranya sangat berkesan, jadi inget mama karena masih suka membuat kesal. Bagitu sampai rumah ingin minta maaf kepada mama karena masih sering membantah dan selanjutnya tidak ingin mengulang kesalahan,'' katanya.

Hal senada diungkapkan Affan Qalam Maulana (12 th) bahwa kegiatan yang baru saja diikutinya sangat membekas. ''Seru banget. ada manfaatnya buat motivasi belajar supaya libih giat belajar, disiplin, bisa bersungguh-sungguh dalam belajar,'' ucapnya.

Affan yang kadang-kadang masih membuat orang tuanya jengkel karena ulahnya mengaku menyesal dan ingin meminta maaf jika sudah sampai rumah besok (Sabtu, red). ''Saya masih suka membuat orangtua marah. Saya janji akan minta maaf.'' tandasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA