Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Lawan Duo DM dan Emil, Ini Pesan Sudrajat untuk Rakyat Jabar

Kamis 04 Jan 2018 14:41 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Andri Saubani

Bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera untuk Jawa Barat, Sudrajat (kiri) dan Ahmad Syaikhu (kanan) berpose usai pengumuman pencalonan di Kantor DPP PKS, Jakarta,Rabu (27/12).

Bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera untuk Jawa Barat, Sudrajat (kiri) dan Ahmad Syaikhu (kanan) berpose usai pengumuman pencalonan di Kantor DPP PKS, Jakarta,Rabu (27/12).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mayjen (Purn) Sudrajat mengakui bakal -bakal calon di Pilgub Jawa Barat (Jabar) memiliki popularitas cukup kuat, seperti duo DM (Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar) dan Ridwan Kamil (Emil). Sudrajat menyebut siap berkompetisi dengan baik dalam pertarungan pilkada.

"Siapa pun yang akan menjadi calon adalah calon yang akan dilpilih oleh rakyat. Kita semua bersaudara, kita semua berusaha mencari yang terbaik bagi Jabar," kata dia di sela acara konsolidasi PKS di Jakarta, Kamis (4/1).

Siapa pun kontestannya, Sudrajat membuka diri dan akan betul-betul menyampaikan yang terbaik di Jabar. Selanjutnya, kata dia, adalah rakyat Jabar yang memilih siapa pemimpin bagi mereka.

"Tetapi pesan saya adalah kepada masyarakat Jawa Barat untuk menilai calon-calon yang akan dipilih. Itu saja yang saya sampaikan," lanjutnya.

Sudrajat mengakui berencana melakukan pendaftaran pada hari terakhir, yakni tanggal Januari. Setelah itu, ia dan pasangan calon Ahmad Syaikhu akan menjelaskan visi misi serta rencana kerja. Dalam beberapa bulan yang akan datang, paslon akan berkeliling menemui masyarakat.

Partai Gerindra resmi mengusung Sudrajat sebagai calon gubernur Jawa Barat pada 9 Desember lalu. Kemudian memasangkan Sudrajat dengan kader PKS Ahmad Syaikhu yang batal diusung bersama Deddy Mizwar (Demiz).

Sebelumnya pasangan Demiz-Syaikhu didukung PKS, PAN dan Demokrat. Namun PKS meninggalkan Demiz, sementara PAN belum finalisasi mengumumkan calon yang hendak diusung.

Adapun, Demokrat bersama Golkar akhirnya mengarahkan dikungan ke duo DM setelah partai beringin mencabut dukungan untuk Ridwan Kamil (RK). Sedangkan RK sendiri sejauh ini masih diusung PPP, Nasdem, dan PKB.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA