Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Periode Menstruasi Terburuk Terjadi di Januari, Alasannya?

Sabtu 30 Dec 2017 08:32 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Winda Destiana Putri

Sakit perut karena menstruasi/Ilustrasi

Sakit perut karena menstruasi/Ilustrasi

Foto: Corbis.com

REPUBLIKA.CO.ID, Kram, perubahan suasana hati, jerawat hingga kelelahan merupakan gejala-gejala yang kerap mengiringi siklus menstruasi perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa gejala menstruasi cenderung terasa paling berat ketika terjadi di bulan Januari.

"Ini merupakan pola yang saya observasi selama dua puluh tahun terakhir," ungkap ahli gizi sekaligus spesialis di bidang hormon Alisa Vitti, seperti dilansir Mail Online.
 
Kecenderungan ini dipicu oleh perilaku perempuan selama melewati libur panjang di akhir Desember. Selama suasana liburan ini, Vitti mengatakan ada banyak hal yang mungkin mengganggu sistem endokrin perempuan sehingga menyebabkan siklus menstruasi yang datang pada Januari terasa lebih berat.
 
Salah satu perilaku yang patut diwaspadai adalah kurang tidur. Perjalanan liburan hingga acara berkumpul dengan keluarga selama libur panjang seringkali menyebabkan perempuan kurang tidur di akhir tahun. Tuntutan untuk menyelesaikan beragam pekerjaan sebelum tahun berganti juga memicu stres pada perempuan.
 
Kelelahan dan stres selama liburan ini akan mendorong tubuh untuk menggunakan lebih banyak progesteron untuk memproduksi kortisol. Kondisi ini membuat hormon estrogen menjadi lebih banyak. Dominasi estrogen ini merupakan akar penyebab terjadinya beragam gejala tak mengenakkan dari menstruasi, seperti penambahan berat badan, stres pramenstruasi, kram, kelelahan hingga pembengkakan payudara.
 
Kondisi ini akan menahan ovulasi dan menunda terjadinya fase luteal. Seringkali kondisi ini juga memperburuk gejala menstruasi bahkan menyebabkan terlambat menstruasi.
 
"Di atas semua itu, Anda menyantap banyak gula dan karbohidrat, yang dapat mengganggu (sistem) endokrin," tambah Vitti.
 
Perubahan pola makan dan aktivitas selama liburan bisanya menyebabkan sumber mikronutrien menurun. Kombinasi antara konsumsi gula dan kurang tidur dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang nantinya berimbas pada siklus menstruasi dan defisiensi mikronutrien. Padahal, mikronutrien dibutuhkan agar sistem endokrin mampu bejerja secara optimal.
 
Seluruh kondisi ini dapat menurunkan kadar dari beragam mikronutrien penting yang dibutuhkan tubuh untuk menyeimbangkan hormon. Akibatnya, saat memasuki Januari, sistem hormon menjadi tidak seimbang dibandingkan biasanya.
 
"Yang artiya, PMS dan kram akan menjadi lebih buruk," kata Vitti.
 
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala menstruasi yang berat di Januari. Vitti mengatakan yoga dan olahraga ringan dapat membantu mengurangi karad kortisol sehingga kram dan stres selama fase luteal dan fase menstruasi menjadi lebih ringan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA