Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Cina Bantah Jual Minyak ke Korea Utara

Jumat 29 Dec 2017 19:31 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

Bendera Cina

Bendera Cina

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina membantah laporan yang mengatakan pihaknya telah menjual produk minyak secara ilegal ke Korea Utara (Korut). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan, dia telah mencatat laporan media yang menyebutkan kapal Cina diduga telah mengangkut minyak ke kapal Korut pada 19 Oktober lalu.

"Pihak Cina langsung melakukan penyelidikan segera. Pada kenyataannya, kapal yang dimaksud, sejak Agustus, tidak berlabuh di pelabuhan Cina dan tidak ada catatan memasuki atau meninggalkan pelabuhan Cina," kata Hua.

Dia menambahkan, pemerintah Cina tidak tahu apakah kapal tersebut telah berlabuh di pelabuhan di negara lain. Menurutnya laporan media selama ini tidak sesuai dengan fakta. "Cina selalu menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Korut secara keseluruhan dan memenuhi kewajiban internasionalnya. Kami tidak pernah mengizinkan perusahaan dan warga Cina untuk melanggar resolusi itu," ujar Hua.

"Jika melalui penyelidikan dikonfirmasi ada pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, Cina akan menanganinya secara serius sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata dia.

Sebelumnya, dalam akun Twitter pribadinya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Cina telah tertangkap basah menjual minyak ke Korut dan melanggar resolusi untuk menekan program nuklir negara tersebut. "Saya telah bersikap lunak terhadap Cina karena satu-satunya hal yang lebih penting bagi saya daripada perdagangan adalah perang," kata Trump, dalam sebuah wawancara terpisah dengan The New York Times.

Dalam wawancara itu, Trump secara eksplisit menyinggung kebijakan perdagangan pemerintahannya dengan Cina dan kerja sama yang dilakukannya dalam menyelesaikan krisis nuklir Korut. "Ketika saya berkampanye, saya sangat kritis terhadap Cina dalam hal perdagangan. Tahun lalu mereka membuat kami mengalami defisit perdagangan sebesar 350 miliar dolar AS. Hal itu tidak termasuk pencurian kekayaan intelektual lain sebesar 300 miliar dolar AS," kata Trump.

"Jika mereka membantu saya dalam menghadapi Korut, saya bisa memandang sektor perdagangan dengan sedikit berbeda, setidaknya untuk jangka waktu tertentu. Dan itulah yang telah saya lakukan. Tapi ketika minyak mereka masuk ke Korut, saya cukup kecewa," kata dia.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pemerintah AS mengetahui kapal-kapal yang terlibat dalam kegiatan perdagangan minyak dan batubara sulingan. "Kami memiliki bukti beberapa kapal yang terlibat dalam kegiatan ini dimiliki oleh perusahaan di beberapa negara, termasuk Cina," kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Surat kabar Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo, pekan ini mengutip sumber-sumber pemerintah Korsel yang mengatakan satelit mata-mata AS telah mendeteksi kapal-kapal Cina. Kapal-kapal itu memindahkan minyak ke kapal-kapal Korut sebanyak 30 kali sejak Oktober.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA