Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

PAN Kemungkinan Tinggalkan Demiz, Ini Kata Demokrat

Senin 25 Dec 2017 17:30 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bilal Ramadhan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan

Foto: ROL/Havid Al Vizki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan PKS, PAN dan Partai Gerindra pada Ahad (24/12) tadi malam, menyepakati koalisi di lima provinsi Pilkada 2018, salah satunya Jawa Barat. Meski ketiganya belum menyebut nama yang akan didukung di Jawa Barat.

Kemungkinan dapat mengubah konstelasi dukungan yang sudah terjadi sebelumnya yakni PKS dan PAN yang sudah lebih dahulu bersama Partai Demokrat mendukung Deddy Mizwar sebagai calon gubernur Jawa Barat. Bahkan, PKS telah menyandingkan kadernya yakni Ahmad Saikhu sebagai calon wakil gubernur pendamping Deddy Mizwar.

Partai Demokrat diketahui tetap mendukung Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan saat dikonfirmasi pertemuan tiga partai yang nantinya dapat mengubah konstelasi koalisi, hanya menjawab diplomatis.

"Semuanya tentu ingin yang terbaik dan PD (Partai Demokrat) menyikapi koalisi masih cair," ujar Syarief kepada wartawan pada Senin (25/12).

Syarief juga mengatakan, PD sedang mengevaluasi dari koalisi yang sudah terbangun tersebut. Ia melanjutkan, PD segera memutuskannya dalam waktu singkat. Namun sembari itu, Partai Demokrat terus berkomunikasi dengan partai lain, di luar partai yang mendukung Deddy Mizwar. "Komunikasi terus kepada semua partai," kata Syarif.

Diketahui Partai Demokrat bersmaa PAN dan PKS sudah memutuskan akan mengusung pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar. Namun pada pertemuan Senin (24/12) malam, PKS, PAN dan Partai Gerindra telah bersepakat akan berkoalisi dalam Pemilihan Gubernur di Jawa Barat 2018.

Ada wacana, kedua partai merapatkan dukungan ke calon yang sudsh didukung Gerindra yakni Mayjen TNI (Purn) Sudrajat. Sebab PAN sebelumnya telah mengisyaratkan mulai goyah mengubah dukungannya kepada Deddy Mizwar, sebagaimana diungkapkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sesaat Gerindra mengumumkan dukungan ke Sudrajat.

Zulkifli Hasan beralasan karena kursi PAN di Jawa Barat hanya empat kursi membuat partainya harus berkoalisi dengan partai lain. "Saya dukung kan Deddy Mizwar. Tapi kan saya enggak bisa sendiri, oleh karenanya terserah kepada koalisinya karena kan saya enggak bisa daftar sendiri karena enggak cukup kursinya. Nah tapi kalau koalisi bisa," kata Zulkifli.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto juga mengungkapkan kemungkinan koalisi mendukung Sudrajat. "Jabar ini agar dinamis, ada komunikasi terbaru dengan Gerindra yaitu dengan munculnya Pak Sudrajat, sedang dimatangkan tapi kecenderungan kuat tiga partai ini mengusung Sudrajat hampir bisa diartikan ada kesamaan visi," kata Yandri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA