Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Boy Thohir: Kenaikan Peringkat Dorong Investasi

Kamis 21 Dec 2017 18:25 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor / Red: Satria K Yudha

Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menilai, perbaikan peringkat Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings akan memberikan dampak positif pada iklim usaha di Tanah Air. Menurutnya, kenaikan peringkat ini dapat mendongkrak investasi di Tanah Air. 

"Ini adalah pengakuan dunia dan ini tentunya bukti kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia," ujar Garibaldi di Jakarta, Kamis (21/12).

Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut mengatakan, perbaikan peringkat akan mendorong kepercayaan investor. Saat ini, kata dia, banyak investasi asing yang ingin masuk ke Indonesia. 

"Saya bicara dengan partner Jepang saya, ternyata keinginan mereka untuk berinvestasi di Indonesia itu sangat tinggi. Apalagi dengan peringkat yang membaik," ujarnya. 

Menurutnya, meski ada perbaikan peringkat, tetap perlu waktu untuk bisa melihat dampaknya pada dunia usaha. "Tapi menurut saya dampak jangka panjangnya akan sangat positif," ujarnya.  

Seperti diketahui, Fitch Ratings (Fitch) meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB-/positive outlook menjadi BBB/stable outlook pada 20 Desember 2017. Fitch sebelumnya mengafirmasi peringkat Indonesia pada level BBB-/positive outlook pada 20 Juli 2017.

Dalam siaran persnya, Fitch menyatakan terdapat dua faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut. Pertama, menguatnya sektor eksternal yang didukung oleh kebijakan makroekonomi yang secara konsisten diarahkan untuk menjaga stabilitas. 

Hal itu ditunjukkan oleh kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel, cadangan devisa yang meningkat tajam, kebijakan moneter yang mampu mengatasi gejolak aliran modal, dan kebijakan makroprudensial yang mampu mengendalikan utang luar negeri korporasi. Selain itu, pendalaman pasar keuangan yang mampu meningkatkan stabilitas pasar keuangan, serta penetapan asumsi anggaran Pemerintah yang kredibel. 

Faktor kedua, upaya sinergi pemerintah dalam reformasi struktural yang dianggap mampu meningkatkan iklim investasi, seperti tercermin dari meningkatnya peringkat kemudahan bisnis Indonesia. Hal itu juga mendorong penguatan sektor eksternal Indonesia seiring dengan meningkatnya Foreign Direct Investment (FDI) yang diperkirakan dapat menutup defisit transaksi berjalan dalam beberapa tahun ke depan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA