Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Nataru, Nagreg Prioritas Pengamanan

Kamis 21 Dec 2017 11:15 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ismail Lacarde

 Sejumlah kendaran melintasi di ruas Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (20/6).

Sejumlah kendaran melintasi di ruas Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (20/6).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG - Jalur mudik Nagreg, wilayah wisata Ciwidey, dan tempat peribadatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi lokasi prioritas pengamanan yang dilakukan Polres Bandung dalam operasi lilin Lodaya 2017. Sebanyak 2.200 personil gabungan akan terlibat dalam pengamanan tersebut, terdiri dari 1.254 personil Polres Bandung dan sisanya dari personil TNI dan instansi lainnya.

"Hari ini sudah mulai dilepas sampai tanggal dua Januari. Semua tempat dijaga, terutama tempat ibadah, tempat wisata, kemudian jalur mudik, dan kawah putih kita prioritaskan," ujar Kapolres Bandung, AKBP M Nazly Harahap kepada wartawan usai upacara Operasi Lilin Lodaya 2017 di Mapolres Bandung, Kamis (21/12).

Ia menuturkan, menjelang perayaan Natal dan tahun baru (nataru), pengamanan akan dilakukan di semua wilayah hukum Polres Bandung. Sejauh ini, kondisi keamanan di Kabupaten Bandung relatif kondusif dan aman. Keterlibatan TNI dan instansi lainnya dalam pengamanan operasi lilin lodaya 2017 juga turut membantu aparat kepolisian.

"Insya Allah kondusif aman. Kita juga tidak sendiri, ada TNI dan melibatkan semua pihak. Insya Allah kalau bersama-sama, aman," kata dia.

Terkait dengan keberadaan Tol Soroja yang sudah berfungsi, Nazly menuturkan, polisi sudah menyiapkan satu pos pengamanan di dekat gerbang tol Soreang untuk menjaga dan mengantisipasi terjadi kepadatan kendaraan menuju Ciwidey.

Kasatlantas Polres Bandung, AKP Doni Eko Wicaksono, menambahkan, sebanyak 30 pos pengamanan dan beberapa di antaranya pos gabungan telah disiapkan menghadapi Nataru 2018. Berdasarkan pantauan di lapangan, 99 jalan di jalur selatan, Cileunyi hingga Garut sudah tidak ada lubang.

"Hampir 99 jalan sepanjang dari Cileunyi sampai perbatasan Garut-Limbangan tidak ada lubang. Namun, ada sedikit yang masih rusak dan bergelombang," ujar Eko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA