Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Bank Sentral Inggris Kaji Peluncuran Mata Uang Digital

Kamis 21 Dec 2017 10:29 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: M.Iqbal

Bitcoin.

Bitcoin.

Foto: Reuters/Benoit Tessier

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney sedang melihat masalah mendasar terkait pentingnya mengeluarkan mata uang digital. Nantinya mata uang itu bisa digunakan oleh masyarakat sebagaimana mata uang konvensional. 

Para ekonom telah memprediksi, munculnya mata uang digital seperti bitcoin dan cryptocurrencies, suatu hari bisa digunakan dalam perekonomian. Hanya saja mata uang digital tersebut harus diciptakan oleh bank sentral. 

Carney mengatakan kepada anggota parlemen Inggris dalam pertemuan di Parlemen, Rabu (20/12), teknologi blockchain yang digunakan dalam cryptocurrencies bisa memperbaiki cara transaksi di antara lembaga keuangan. Hanya saja, ada kemungkinan risiko stabilitas keuangan jika pendekatan semacam itu diluncurkan di seluruh ekonomi melalui kripto yang ditujukan untuk masyarakat umum. 

Beberapa bank sentral, kata Carney, sudah menggunakan uang elektronik. Sehingga hanya sebagian kecil dari aset mereka yang sekarang didukung oleh emas. Namun hal tersebut dipertukarkan secara terpusat melintasi rekening di bank sentral. 

Perlu diketahui, cryptocurrencies memungkinkan transaksi pembayaran dilakukan secara langsung tanpa perantara pusat. Dengan menggunakan teknologi blockchain yang menggunakan buku besar bersama yang digunakan untuk memverifikasi, mencatat, serta menyelesaikan transaksi dalam hitungan menit. 

Tidak adanya perantara untuk memfasilitasi dan melacak transaksi itu, maka konsumen pemilik mata uang digital yang dikeluarkan bank sentral bisa membuka rekening di bank mana pun. Tidak terkecuali di bank sentral. "Anda bisa menciptakan situasi di mana Anda bisa melakukan transaksi seketika. Jadi, ketika ada kekhawatiran, orang bisa beralih ke rekening mereka di Bank of England," ujar Carney seperti dikutip Reuters, Kamis, (21/12).

Sebelumnya, pada September lalu Bank for International Settlements menilai, terlalu dini untuk menentukan, apakah bank sentral harus mengeluarkan mata uang digital sendiri. Hal ini menyimpulkan, sifat teknologi peer to peer pada mata uang digital terhadap konsumen dapat memungkinkan anonimitas. Hanya saja itu tidak dianggap penting. Karena bank sentral menganggap tidak jelas pula apa manfaatnya. 

Kepala Ekonom BoE Andy Haldane pada 2015 pernah memberikan gagasan mengenai penghapusan mata uang fisik dan memperkenalkan mata uang digital. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian di Inggris. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA