Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Ibu di Sampit Berhasil Lolos dari Buaya Pemangsa

Senin 18 Dec 2017 13:02 WIB

Red: Ani Nursalikah

Buaya. Ilustrasi

Buaya. Ilustrasi

Foto: theconversation.com

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Seorang ibu saat mencuci di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah selamat dari serangan buaya pemangsa dengan menusukkan jari tangan ke mata hewan tersebut.

"Korban menderita luka bekas gigitan buaya di kaki kanan dan sudah diberi pertolongan. Kami mengimbau masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sungai," kata Kapolsek Jaya Karya Ipda Hamdan Samudro di Sampit, Senin (18/12).

Korban sambaran buaya tersebut adalah Rusmini (31 tahun) warga Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Korban disambar buaya saat mencuci pakaian di sungai pada Ahad (17/12) sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu korban sedang menyelesaikan cucian. Tanpa diduga, kaki kanan korban yang sedang menjuntai ke air disambar buaya. Untungnya saat itu sebagian tubuh korban masih di atas lanting terapung sehingga sempat berpegangan.

Dalam suasana panik, korban refleks menusuk mata buaya menggunakan jarinya. Tindakan itu ternyata berhasil dan buaya yang kesakitan akhirnya melepaskan gigitannya. Korban kemudian meminta pertolongan warga sekitar.

Kejadian itu langsung membuat gempar warga setempat. Kejadian ini membuat masyarakat makin waswas beraktivitas di sungai.

Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah di Sampit, Muriansyah mengaku sudah mendapat informasi kejadian itu. Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena intensitas konflik buaya dengan manusia makin meningkat.

"Kebetulan saat ini saya sedang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam rangka belajar masalah penanganan konflik buaya dengan manusia. Mudah-mudahan nanti bisa kita terapkan di Kotawaringin Timur," kata Muriansyah.

Serangan buaya terhadap warga sudah banyak memakan korban. Insiden buaya menerkam manusia di kawasan itu pernah terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau. Sebagian besar korbannya meninggal dunia. Bahkan ada beberapa korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA