Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Christopher Rungkat Fokus Grand Slam untuk 2018

Sabtu 16 Dec 2017 06:22 WIB

Red: Ratna Puspita

Petenis Indonesia Christopher Rungkat (kedua kiri) dan Justin Barki (kiri) usai menjadi juara ganda putra TEZ Tennis Open, Pro Circuit Federasi Tenis Internasional (ITF) seri F7 Futures di Jakarta, 25 November 2017.

Petenis Indonesia Christopher Rungkat (kedua kiri) dan Justin Barki (kiri) usai menjadi juara ganda putra TEZ Tennis Open, Pro Circuit Federasi Tenis Internasional (ITF) seri F7 Futures di Jakarta, 25 November 2017.

Foto: ANTARA/Rosa Panggabean

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Petenis Indonesia Christopher Rungkat menyatakan akan fokus dalam turnamen The Association of Tennis Professionals (ATP) Challenger 2018 di AS demi mengejar poin untuk masuk top 100 dunia guna menembus kualifikasi ganda putra turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2018.

"Tahun depan fokus saya untuk grand slam French Open bulan Mei 2018. Makanya saya mencari poin masuk ke ranking top 100," ujarnya ditemui di Lapangan Tennis Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (16/12).

Dengan alasan tersebut juga diketahui Christopher mundur dari Piala Davis Grup II Zona Asia Oseania yang akan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 3-4 Februari 2018. "Ada beberapa turnamen ATP yakni Newport, Dallas dan San Francisco itu bulan Januari 2018. Setelah itu ke Jepang dan China. Semuanya itu menuju Grand Slam French Open," ucap dia.

Sebelum memfokuskan diri ke Prancis Terbuka 2018, Christopher/Jeevan harus mengakui keunggulan 6-7 (6), 3-6 dari Sanchai Ratiwatana/Sonchat Ratiwatana (Thailand) dalam turnamen tenis memperebutkan wildcard playoff Grand Slam Australia Terbuka, di Zhuhai, China, Senin 4 Desember 2017. Dengan kekalahan itu, Christopher yang masih menghuni peringkat 121 dunia harus mengejar sekitar 400 poin. 

"Kurangnya sekitar 400 poin. Soalnya sekarang ada di posisi 121. Saya sudah dapat kuarter turnamen ditambah, turnamen rasionya lebih ditambah lagi. Namun untuk tahun ini akan dikurangi turnamen jadi biar ada jedanya dan biar perfom maksimal," tuturnya.

Untuk Asian Games, Christo mengaku hal itu juga menjadi tujuan utamanya. Sebab, kata dia, di turnamen multicabang bergengsi Asia itu dirinya belum secemerlang di ajang SEA Games di mana sudah empat kali dia mendapat emas. Selain itu, dia menyebut raihan medali emas di SEA Games 2017 kemarin juga menjadi spirit untuk mendulang prestasi serupa di Asian Games. 

"Jadi waktu tersisa tujuh bulan ini saya akan improve ranking saya sekaligus persiapan Asian Games. Karena di Asian Games itu lawan-lawan pasti berat ada Jepang, Korea Selatan, Uzbekistan itu kan pemainnya top 100 bahkan ada yang top 50," tuturnya.

Karena itu, Christopher mengaku selain untuk mengejar peringkat top 100, turnamen ATP di Negeri Paman Sam dan turnamen lainnya dengan pasangan asal India Jeevan Nedunchezhiyan, juga sebagai salah satu latihannya menuju Asian Games 2018. Turnamen-turnamen itu juga difokuskannya di nomor ganda putra.

"Saya di satu tahun terakhir cenderung main ganda. Jadi saya ingin fokusnya di ganda. Tujuannya tentu ingin menyumbang medali bagi Indonesia dengan target khusus medali emas di Asian Games," ucap Christopher.

Ketua Umum PP Pelti terpilih Rildo Ananda Anwar mendukung penuh langkah yang diambil Christo. PP Pelti, kata Rildo, sudah membicarakan hal ini untuk akomodasi serta honorarium Christo.

"Christo kan sudah punya program-programnya pasti Pelti mendukung. Saya sudah bicarakan ke Christo bagaimana nanti akomodasi dia di sana dan banyak lah yang akan kita bantu. jangan sampai dia menjadi beban dan untuk mempermudah dia," ucap Rildo di lokasi yang sama. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA