Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Perolehan ZIS 2017 Baznas Indramayu Naik

Jumat 15 Dec 2017 14:17 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah memberikan sambutan pada penyerahan zakat profesi di Kecamatan Losarang.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah memberikan sambutan pada penyerahan zakat profesi di Kecamatan Losarang.

Foto: dok. Humas Indramayu

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Perolehan zakat infak dan shodaqoh (ZIS) yang terkumpul di Badan Amil ZakatNasional (Baznas) Kabupaten Indramayu pada tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sistem berbasis informasi teknologi pun akan diterapkan dalam pengelolaan keuangan di lembaga tersebut.
 
Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Moch Mudor menyebutkan, perolehan ZIS di Baznas Kabupaten Indramayu pada 2016lalu mencapai Rp 6.801.255.618,21. Sedangkan perolehan ZIS sejak Januari sampai13 Desember 2017 sudah terkumpul Rp 8.380.495.972,16. "Jadi hingga saat ini ada kenaikan sebesar Rp 1.579.240.353,95 atau 23,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata Mudor, Jumat (15/12).
 
Mudor menyebutkan, dari perolehan ZIS sepanjang 2017 itu, dana yang sudah tersalurkan hingga 13 Desember 2017 mencapai Rp 5.737.157.071,26. Penyaluran ZIS pun akan terus dilakukan kepada yang berhak menerimanya.
 
ZISitu di antaranya disalurkan kepada fakir miskin dari kalangan pelajar pada Kamis (14/12) lalu. Saat itu, sebanyak 8.069 fakir miskin dari kalangan pelajar menerima besaran Rp 200 ribu per orang. Dengan demikian, total ZIS yang disalurkan untuk 8.069 orang tersebut mencapai Rp 1.613.800.000.
 
Selain untuk para pelajar, ZIS juga disalurkan kepada para honorer yang tidak mampu, yakni dari kalangan guru dan TU sebanyak 1.151 orang. Adapun besaran ZIS yang mereka terima juga Rp 200 ribu per orang. Itu berarti, total ZIS yang dibagikan kepada mereka mencapai Rp 230.200.000.
 
Mudor menambahkan, Baznas Indramayu pada awal 2018 mendatang akan menggunakan sistem berbasis Informasi Teknologi (IT) dalam pengelolaan keuangannya. Yakni dengan menerapkan sistem informasi Baznas (SimBAZ Kabupaten Indramayu).
 
"Dengan menerapkan IT, kami berharapan masyarakat bisa lebih percaya," kata Mudor.
 
Mudor menyatakan, perolehan ZIS dari masyarakat Kabupaten Indramayu itu setiap tahunnya memang selalu mengalami peningkatan. Namun, dia mengakui perolehan tersebut masih jauh dari potensi ZIS yang ada di masyarakat.
 
Sementara itu, Bupati Indramayu, Anna Sophanah menjelaskan, zakat addalah salah satu kewajiban yang wajib dikeluarkan oleh mereka yang telah memenuhi persyaratan untuk mengeluarkan zakat. "Zakat pun merupakan potensi besar umat Islam untuk memberantas kemiskinan," tandas Anna.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA