Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

FA Selidiki Kisruh Derbi Manchester

Rabu 13 Dec 2017 05:50 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Ratna Puspita

Selebrasi gol pertama City yang dicetak Divid Silva (kiri) pada laga derby Manchester di Old Trafford, Senin (11/12) dini hari.

Selebrasi gol pertama City yang dicetak Divid Silva (kiri) pada laga derby Manchester di Old Trafford, Senin (11/12) dini hari.

Foto: Nigel Roddis/EPA

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Kisruh yang terjadi pascaderbi Manchester akhir pekan lalu membuat badan tertinggi sepak bola Inggris atau FA turun tangan. Federasi tersebut dilaporkan melakukan penyelidikan mendalam terkait keributan yang melibatkan para pemain dan staf Manchester United dan Manchester City di lorong menuju ruang ganti di Stadion Old Trafford. 

Insiden itu membuat pelatih United, Jose Mourinho, terkena tumpahan susu, air, dan lemparan botol. Anggota tim pelatih City, Mikel Arteta, mengalami luka di bagian wajahnya. 

“FA mulai melakukan penyelidikan atas insiden tersebut dengan meminta kedua klub menjelaskan pengalaman mereka mengenai pertengkaran pascapertandingan tersebut. Sebanyak 20 pemain dan staf pelatih diduga terlibat dalam pertengkaran itu,” tulis Express, dilansirRabu (13/12). 

Sejumlah media Inggris melaporkan insiden berawal ketika pelatih United, Jose Mourinho, merasa terganggu dengan cara pemain City merayakan kemenangan 2-1, , yang membuat mereka unggul 11 ​​poin di puncak klasemen Liga Primer, akhir pekan lalu. Mourinho, yang sedang melakukan wawancara pascalaga, menganggap City terlalu berlebihan melakukan selebrasi. 

Kemudian, dia meminta para pemain City menurunkan volume suara mereka. Para pemain City pun merespons dengan kekesalan. Bahkan, kiper asal Brasil Ederson berdebat dengan Mourinho dalam bahasa Portugis. 

Dalam perdebatan itu, ada susu, air, dan botol yang dilemparkan ke arah Mourinho. Botol minuman plastik juga mengenai wajah Arteta sehingga meninggalkan luka. Namun, tidak diketahui siapa yang melemparkannya. 

Keributan yang terjadi diklaim cukup menegangkan. Kepolisian serta petugas keamanan stadion bahkan disebut turun tangan untuk melerai pertikaian itu. Sumber dari kedua klub tersebut juga mengatakan tidak ada adu pukul pada keributan itu. 

“Wasit Michael Oliver tidak mengetahui kejadian tersebut dan tidak menyebutkannya dalam laporan pertandingan. Namun FA telah bertindak berdasarkan laporan media dan memulai penyelidikan mereka dengan menulis ke kedua klub tersebut. Mereka juga akan mencoba melacak keterangan saksi mata dari polisi dan pengurus di stadion,” tulis Express.

Kedua klub diberikan waktu hingga Rabu hari ini untuk memberikan jawaban atas surat FA.  Sebenarnya, laga di atas lapangan berjalan aman dan tak ada kekerasan yang terjadi dari pemain kedua tim.  Bahkan hingga peluit panjang dibunyikan, fan MU tetap tenang meninggalkan stadion. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA