Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Distribusi Tertutup Gas 3 Kg Masih Terkendala Data

Ahad 10 Des 2017 15:17 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Israr Itah

gas lpg 3 kg

gas lpg 3 kg

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum bisa memastikan waktu mulai diberlakukannya pendistribusian tertutup gas elpiji 3 kg. Validasi data terkait konsumen yang berhak menerima distribusi masih menjadi kendala.

"Jangan sampai salah sasaran," kataKepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama pada Sekretariat Jenderal Kemen ESDM Agung Pribadi saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (10/12).

Distribusi tertutup saat ini masihdalam tahap koordinasi dengan instansi terkait. Hal ini guna memastikan konsumen penerima bantuan gas elpiji subsidi 3 kg tepat sasaran.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman menambahkan, saat ini pihaknya sedang merancang infrastruktur yang baru melalui distribusi tertutup itu.

Diakuinya akan ada banyak penerima manfaat mencapai 25,7 juta kepala keluarga (kk)."Pemerintah kemarin bersepakat untuk melakukan verifikasi dan validasi, itu Kemensos," kata dia.

Sementara itu Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengakui bahwa upaya penyaluran gas elpiji subsidi tepat sasaran tidak lah mudah. "Memang agak repot," ujar dia.

Sebab, ia melanjutkan, kriteria tepat sasaran pun agak susah karena dalam aturan sendiri masih terbuka.

"Nggak ada kriteria rumah tangga tidak mampu. Tapi dalam aturannya sendiri itu disebutkan rumah tangga dan UKM," katanya.

Sementara distorsi elpiji menjadi kebutuhan masyarakat secara meluas. Untuk diketahui, elpiji di tanah air mayoritas adalah impor. Bahkan sekarang 56 hingga 60 persen dari total volume rata-rata impor karena produksi domestik yang belum besar.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA