Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

KLHK: Tak Ada Laporan Karhutla Sepanjang 2017

Ahad 10 Des 2017 11:03 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Bayu Hermawan

Kebakaran hutan. (Ilustrasi)

Kebakaran hutan. (Ilustrasi)

Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan dalam beberapa pekan terakhir jumlah titik panas (hotspot) terpantau hampir nihil atau tidak ada. Selain itu, tidak ada laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan mengatakan, tahun 2017 sampai dengan Oktober, luas karhutla di Indonesia turun hingga 65,68 persen dibandingkan 2016.

"Bahkan angkanya sangat jauh berkurang hingga 94,24 persen dibanding tahun 2015," katanya, Ahad (10/12).

Meski begitu, ia melanjutkan, monitoring dan evaluasi tetap dilakukan untuk memperkuat strategi pengendalian Karhutla pada 2018. Menurutnya, paradigma pengendalian Karhutla yang mengedepankan pencegahan menjadi poin penting dalam capaian selama dua tahun ini. Kedepan, upaya pencegahan dini tetap diperkuat, peningkatan intensitas upaya pencegahan di tingkat tapak dan penguatan koordinasi antara pihak terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Di tingkat pusat, KLHK melakukan evaluasi upaya pengendalian karhutla 2017 pada berbagai tingkat pengelolaan, baik pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) ataupun pada pemegang izin usaha bidang kehutanan.

"Di tingkat tapak, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Manggala Agni juga terus melakukan monitoring pada areal-areal kebakaran yang terjadi sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Posko Pengendalian karhutla, Sabtu (9/12) pukul 21.00 WIB, satelit NOAA dan TERRA AQUA (NASA) mendeteksi satu hotspot di Provinsi Jawa Timur.

Dengan demikian, sejak 1 Januari hingga 9 Desember 2017 berdasarkan satelit NOAA terdapat 2.564 titik, setelah tahun sebelumnya sebanyak 3.799 titik. Itu artinya, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.235 titik atau 32,50 persen.

Sedangkan total 2.364 titik ditunjukkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level 80 persen, setelah tahun 2016 lalu menunjukkan 3.826 titik, sehingga saat ini menurun sebanyak 1.462 titik atau 38,21 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA