Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Milla Puas dengan Kemenangan Timnas Indonesia atas Brunei

Ahad 03 Dec 2017 02:20 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Pelatih timnas Indonesia Luis Milla memberikan instruksi.

Pelatih timnas Indonesia Luis Milla memberikan instruksi.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDA ACEH -- Pelati timnas Indonesia, Luis Milla merasa puas atas penampilan anak asuhnya saat menekuk Brunei Darussalam 4-0 pada pertandingan pertama Aceh World Solidarity Games 2017 (Tsunami Cup) di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (2/12) malam.

Situasi lapangan yang buruk lantaran hujan deras mengguyur stadion Harapan Bangsa membuat timnas Indonesia gagal menampilan permainan terbaiknya. Meski begitu Hansamu Yama cs mampu mengalahkan sang tamu.

Milla puas dengan penampilan para pemainnya yang dinilai tetap tampil solid kendati laga sempat diguyur hujan deras. Entrenador asal Spanyol juga memilih untuk mengabaikan kondisi lapangan yang tergenang air.

"Malam hari ini kunci kemenangannya karena tim memulai pertandingan dengan sangat baik, 30 menit pertama kami menunjukan reaksi yang baik sebelum air menggenangi di lapangan," ucap Milla dari keterangan yang diterima Republika.co.id, Ahad (3/12).

Lebih lanjut, pelatih berusia 51 tahun tak ingin panjang lebar membahas kondisi lapangan stadion. Ia mengaku sudah terbiasa dengan kualitas buruk kondisi lapangan yang pernah dilakoni pasukannya.

"Ya, meski situasi lapangan tadi tergenang air, bisa dilihat tim saya bermain sepak bola. Di masa lalu kami pernah melawan Thailand dalam kualifikasi Piala Asia U-23. Lapangan waktu itu karakteristiknya hampir sama (tergenang air). Ketika ada genangan, pertandingan jadi tak terkontrol. Bola pun terhenti," sambung dia.

Indonesia selanjutnya akan menghadapi timnas Mongolia di Stadion Harapan Bangsa, Senin (4/12). Milla mengatakan timnya harus mengembangkan permainan di lini tengah dan tak boleh meremehkan tim lawan.

 "Setelah ini kami akan fokus melawan Mongolia. Kita ingin mengambil opsi serangan pertama dan kreatif di lapangan tengah serta filosofi menyerang yang kita miliki. Secara fisik lawan kami nanti lebih baik dari Brunei, tapi kita akan kreasikan apa yang saya inginkan."

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA