Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

MUI Kota Tangerang: Ilmu Debus Itu tak Boleh

Rabu 29 Nov 2017 17:05 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah seniman debus melakukan atraksi permainan api (ilustrasi)

Sejumlah seniman debus melakukan atraksi permainan api (ilustrasi)

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang merespons fenomena ilmu debus yang mencelakakan 14 warga Tangerang. Ketua Umum MUI Kota Tangerang, Kiai Edi Junaedi Nawawi mengatakan jika debus adalah sesuatu yang membahayakan, maka hukumnya adalah dilarang. "Kalau yang begitu (melukai) sudah haram, karena jadi membahayakan," ujar dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (29/11).

Kiai Edi mengatakan, sesuatu yang membahayakan harus mendapat penolakan. Kiai Edi juga mengatakan akan memberikan usulan kepada MUI Pusat agar menetapkan fatwa terkait ilmu debus yang menurut dia tidak hanya sekali melukai warga yang tertarik mempelajarnya.

"Mungkin terjadi (kecelakaan) seperti itu bukan hanya itu saja, sering itu. Cuma dulu enggak diekspose, kalau ini kan sekarang diekspose akhirnya," jelas dia.

Sedangkan sikap MUI Kota Tangerang sendiri, kata dia, tegas menolak adanya ilmu debus yang dinilai menimbulkan bahaya. "Kita akan ajukan itu, biar ada fatwanya. Kalau saya mah enggak boleh," ujar dia mengakhiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA