Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Mengapa Sandaran Kursi Harus Ditegakkan Saat Take Off?

Senin 27 Nov 2017 10:57 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pesawat berwarna putih.

Pesawat berwarna putih.

Foto: The Aviationis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sandaran kursi di pesawat didesain bisa dimajukan dan dimundurkan agar penumpang bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Walau posisi sandaran boleh diatur sesuka hati, ketika menjelang lepas landas (take off) dan mendarat (landing) sandaran kursi wajib ditegakkan.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa masalah sandaran kursi saja harus diatur sedemikian rupa? Jawabannya adalah karena pertimbangan faktor keselamatan. Dikutip dari laman Travel and Leisure, sandaran yang tegak memberi ruang yang lebih lebar bagi penumpang yang ada di belakangnya.

Dalam kondisi darurat, sandaran kursi yang tidak tegak bisa memperlambat evakuasi. Alasan yang sama juga mendasari adanya larangan membuka meja lipat di kursi saat take off dan landing.

Untuk diketahui, sebanyak 45 persen kecelakaan pesawat terjadi ketika tahap lepas landas atau landing. Itulah mengapa kru kabin selalu mengingatkan para penumpang saat masuk dua waktu kritis tersebut.

Di samping itu, para penumpang wajib membuka kaca jendela pesawat baik ketika landing atau take off. Tujuannya adalah agar cahaya dapat masuk ke dalam pesawat. Apabila terjadi sesuatu kondisi pesawat tidak dalam keadaan gelap atau remang-remang. Dalam kondisi terang, evakuasi dapat berlangsung lebih cepat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA