Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Pemkab Jayawijaya Terus Upayakan Buka Daerah Terisolasi

Ahad 26 Nov 2017 09:35 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Sejumlah anggota suku di lembah Baliem memperagakan pertunjukkan Perang Antar Suku dalam festival budaya Lembah Baliem di Kampung Wosiala, Desa Wosilimo, Distrik Kurulu, Jayawijaya, Papua, Kamis (6/8).

[ilustrasi] Sejumlah anggota suku di lembah Baliem memperagakan pertunjukkan Perang Antar Suku dalam festival budaya Lembah Baliem di Kampung Wosiala, Desa Wosilimo, Distrik Kurulu, Jayawijaya, Papua, Kamis (6/8).

Foto: ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, terus berupaya membuka daerah isolasi wilayah-wilayah terpencil agar masyarakatnya juga dapat menikmati kemajuan pembangunan seperti wilayah lainnya di Provinsi Papua. Wakil Bupati Jayawijaya John R Banua, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, mengatakan pembukaan jalan penghubung Distrik Ibele dengan Distrik Tailarek sedang berlangsung, dan ditargetkan rampung akhir tahun 2017.

"Jalan sudah tembus, sekarang ada pengerasan japat, mudah-mudahan akhir tahun ini sudah selesai," katanya.

Ia menjelaskan, bahwa sebelum adanya jalan akses, pemerintah biasanya berkunjung ke distrik menggunakan helikopter dan itu membutuhkan biaya yang besar. "Jadi ke depan, kunjungan ke distrik-distrik tidak lagi menggunakan pesawat atau helikopter, tetapi kita bisa lewat jalan darat, dan saya sudah pantau perkembangan pengerjan jalan dan sudah tembus sampai di Kantor Distrik Tailarek," katanya.

Walau kendala yang dihadapi pekerja sangat berat sebab jalan itu melintasi pinggiran gunung berbatuan keras. Namun, warga memberikan semangat kepada pekerja dengan tidak melakukan aksi palang sehingga pekerja lebih bersemangat.

"Masyarakat respon baik sekali karena mereka membutuhkan jalan ini dan mereka memberikan dukungan penuh," katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung Bikiam, Distrik Ibele, Namas Hilapok mengatakan sebelum ada jalan raya, masyarakat kesulitan bepergian ke kota atau sebaliknya. Sebab, akses jalan belum bisa ditempuh dengan mobil atau sepeda motor, bahkan untuk berjalan kaki ke kota perjalanan bisa dua hari lebih.

"Sejak jalan ini belum ada, kami masyarakt memikul bahan-bahan bangunan mencapai puluhan kilometer dan berjalan kaki. Bahkan dahulu, delapan kampung di sini rumah-rumahnya masih menggunakan alang-alang (sebagai atap), namun sekarang sudah mulai banyak yang menggunakan seng karena akses jalan untuk kendaraan sudah ada," katanya.

Selain pembangunan jalan, Pemkab Jayawijaya juga membangun fasilitas umum seperti kantor distrik dan pusat kesehatan masyarakat sehingga masyarakat sudah menikmati pelayanan pemerintah layaknya di daerah lain.
"Demikian juga dengan jembatan, dahulu di Ibele sini kami kesulitan untuk lewat, tetapi sudah dibangun jembatan. Dan kami masyarakat delapan kampung di Distrik Tailarek mengucapkan terimakasih," kata Namas.

Sebagai ucapan syukur atas upaya pemerintah untuk membuka akses jalan ke daerah mereka, masyarakat sudah membentuk panitia doa bersama. "Tim peduli pembangunan sudah bentuk panitia syukuran jalan dan kami akan mengundang 02 (wakil bupati) pada doa bersama nanti. Jalan ini sudah tembus sampai di kantor Distrik Tailarek, tetapi timbunan sama mereta belum, jadi tinggal sedikit saja yang mau diselesaikan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA