Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Sekolah Misionaris tak Izinkan Pelajar Muslimnya Berjilbab

Sabtu 25 Nov 2017 11:57 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Muslim berjilbab di Amerika Serikat (Ilustrasi)

Muslim berjilbab di Amerika Serikat (Ilustrasi)

Foto: CORBIS

REPUBLIKA.CO.ID, BARABANKI -- Sekolah misionaris Anand Vihar di Barabanki, Uttar Pradesh menolak permintaan izin dari seorang pelajar Muslimnya yang ingin mengenakan jilbab ke sekolah.

Alasannya, jilbab bukan bagian dari pakaian seragam di sekolah tersebut.

Dilansir dari The Siasat Daily, ketika ayah pelajar itu meminta izin lisan maupun tertulis pada sekolah, berikut respons yang ia dapatkan.

"Untuk memperjelas Anda, ini sekolah minoritas, tapi ada banyak komunitas dalam kategori minoritas, dan satu komunitas tidak dapat memberlakukan peraturannya pada komunitas lain. Sekolah tidak dapat memberikan kelonggaran terhadap peraturannya," ujar Kepala Sekolah Archana, Thomas.

Dia meminta ayah pelajar Muslaim tak mengganggu fungsi sekolah dengan mengajukan pertanyaan yang tidak perlu.

"Jika Anda tidak nyaman dengan peraturan ini, Anda bisa menyekolahkan anak Anda di sekolah Islam," ujar dia.

Ayah pelajar Muslimah tersebut, Mohammad R Rizvi, mengatakan putrinya belajar di sekolah itu sejak taman kanak-kanak (TK). Ia menjelaskan, Islam mewajibkan perempuan mengenakan jilbab apabila menginjak usia sembilan tahun.

"Putriku diminta tidak mengenakan jilbab ke sekolah. Ada pelajar lain yang diminta melepasnya. Saya berargumen, mengapa saudara-saudara Sikh kita  diperbolehkan, meskipun sorban mereka bukan bagian dari kode berpakaian," tulis Rizvi membalas surat kepala sekolah.

Rizvi mengaku berusaha menemui Hakim Distrik mempertanyakan mengenai tatanan sekolah, tetapi usahanya sia-sia. Rizvi mengatakan Hakim Distrik menyatakan tak akan membantunya.

"Rasanya seperti berbicara dengan kepala sekolah. Dia tidak mendengar apapun yang saya katakan," ujar dia.

Kepala sekolah Thomas membantah suratnya menyiratkan pelajar Muslim diperintahkan meninggalkan sekolah. Ia mengatakan, jika mereka memiliki masalah dengan peraturan, mereka bisa menyekolahkan anak mereka di sekolah lain, belum tentu sekolah Islam.

Terkait perbedaan perlakuan antara orang sorban Sikh dan jilbab, Thomas mengatakan tak ada Sikh bersekolah di Archana. n Umi Nur Fadhilah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA