Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Guru Honorer Lulusan S1 di Bandung Hanya Digaji 200 Ribu

Jumat 24 Nov 2017 17:51 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Endro Yuwanto

Guru honorer menggelar aksi unjuk rasa (ilustrasi)

Guru honorer menggelar aksi unjuk rasa (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID,  SOREANG -- Forum Guru Honorer Sekolah (FKGHS) Kabupaten Bandung mengungkapkan rata-rata gaji yang diterima guru honorer lulusan S1 setiap bulan hanya sekitar Rp 200 ribu. Oleh karena itu FKGHS berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bisa memerhatikan kesejahteraan guru honorer.

Ketua FKGHS Kabupaten Bandung Toto Ruhiat mengatakan, jumlah guru honorer yang mengajar di sekolah negeri mencapai 11 ribu orang. Dengan masa kerja bervariasi di atas lima tahun. Besaran uang tersebut diyakini tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Setiap bulan, upah yang kami terima Rp 200 ribu. Kami bertahan hidup dengan mencari nafkah yang lain, ada yang ngojek, berdagang, dan lain sebagainya," ujar Toto, Jumat (24/11).

Selain itu. menurut Toto, beban pekerjaan guru honorer jauh lebih berat dibandingkan para guru pegawai negeri sipil (PNS). Para guru honorer mengajar di kelas rata rata per hari dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. "Kalau aturan sih memang bagus, tapi kenyataan di lapangan beban kami lebih berat," katanya.

Toto berharap pada Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November, Pemkab Bandung bisa meningkatkan kesejahteraan para guru honorer. Paling tidak, disetarakan dengan UMK Kabupaten Bandung 2018 mendatang. "Selama ini upah kami hanya berdasarkan 15 persen dana operasional sekolah (BOS)," ungkap dia.

Padahal, kata Toto, para guru honorer mempunyai tugas dan peran mencerdaskan kehidupan bangsa. "Tanggung jawab kami itu dunia dan akhirat," jelasnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA