Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Studi Temukan Kayu Manis Bisa Bantu Bakar Lemak

Jumat 24 Nov 2017 09:45 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Kayu manis

Kayu manis

Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan telah menemukan bahan yang terdapat dalam kayu manis, bisa membantu pembakaran lemak pada manusia. Adalah cinnamaldehyde, minyak esensial yang membantu memberi rasa khasnya, dan telah terbukti melindungi tikus terhadap obesitas pada penelitian sebelumnya.

Kini para periset di University of Michigan telah mengklaim minyak tersebut juga mengaktifkan thermogenesis, suatu proses metabolisme tubuh yang membakar kalori untuk menghasilkan panas. Proses ini dapat membantu memulai penurunan berat badan, pemimpin penulis penelitian menyimpulkan bahwa kayu manis dapat membanggakan serangkaian manfaat metabolik.

Penulis utama Jun Wu, asisten profesor riset di Life Sciences Institute menyadari manfaat berkat cinnamaldehyde pada penelitian sebelumnya, dan ingin meneliti efeknya lebih lanjut pada tubuh. "Para ilmuwan menemukan bahwa senyawa ini mempengaruhi metabolisme. Jadi kami ingin mengetahui bagaimana, jalur apa yang mungkin terlibat, seperti apa terlihat pada tikus dan seperti apa adanya pada sel manusia," kata dia dilansir dari laman Independent, Jumat (24/11).

Wu dan timnya menguji sel-sel lemak dari sejumlah sukarelawan dan melihat adanya peningkatan ekspresi gen, dan enzim yang meningkatkan metabolisme lipid setelah diobati dengan cinnamaldehyde. Hal ini menyebabkan ia percaya, ketika dicerna oleh manusia, cinnamaldehyde atau pun kayu manis dapat membantu menimbulkan thermogenesis, dan proses pembakaran lemak berikutnya di dalam tubuh.

Sementara penelitian tambahan diperlukan untuk mengonfirmasi manfaatnya tidak disertai efek samping yang merugikan. Sejauh ini Wu hanya menguji teorinya tentang sel manusia di laboratorium, Wu yakin hasilnya menjanjikan dalam hal mengatasi obesitas yang meningkat.

"Kayu manis telah menjadi bagian dari makanan kita selama ribuan tahun, dan orang umumnya menikmatinya. Jadi jika bisa membantu melindungi terhadap obesitas, mungkin juga menawarkan pendekatan terhadap kesehatan metabolik yang lebih mudah dilakukan pasien," ujar Wu.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA