Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

BPBD Bantul Latih Kesiapsiagaan Warga Desa Imogiri

Selasa 21 Nov 2017 07:35 WIB

Red: Hazliansyah

Latihan penanganan bencana (ilustrasi)

Latihan penanganan bencana (ilustrasi)

Foto: ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melatih kesiapsiagaan warga Desa Imogiri sebelum dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin, mengatakan, sebelum Desa Imogiri, Kecamatan Imogiri, dikukuhkan menjadi desa tangguh bencana pada minggu kedua November 2017, BPBD melakukan simulasi bencana terlebih dahulu.

"Kegiatan simulasi bencana itu bertujuan untuk membentuk warga yang siap siaga apabila suatu saat terjadi bencana di wilayah tempat tinggalnya," katanya.

Menurut dia, latihan kesiapsiagaan warga sebelum dikukuhkan jadi destana itu sebagai bagian dari kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana yang sewaktu-waktu terjadi, sehingga diharapkan mampu meminimalisir korban.

"Terlebih untuk masyarakat di bantaran sungai Celeng Imogiri, kejadian banjir sering melanda di kawasan Dusun Cebolan, Bubutan, dan Paduresan saat musim hujan dengan curah tinggi," katanya.

Dwi menjelaskan, dalam kegiatan simulasi bencana itu dimulai dari skenario yang terdiri dari beberapa fase, yaitu fase pertama adalah fase aman, yang kemudian dilanjutkan dengan terjadinya hujan lebat yang menyebabkan volume air sungai Celeng meningkat.

Fase kedua yakni fase waspada banjir, yang mana masyarakat diberi gambaran tanda-tanda akan terjadinya banjir kemudian terjadinya bencana banjir sampai dengan proses evakuasi dan penanganan korban.

"Setelah simulasi dengan skenario dua fase itu kegiatan diakhiri evaluasi kegiatan simulasi bencana banjir. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari berbagai unsur terkait," katanya.

Selain banjir, kata dia, BPBD juga meminta masyarakat waspadai potensi tanah longsor, karena setidaknya BPBD memetakan tiga titik rawan longsor di kawasan yang berdekatan dengan talud Sungai Winongo Desa Donotirto Kretek.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA