Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

IZI Salurkan Bantuan Rumah pada Penderita Penyakit Langka

Senin 20 Nov 2017 15:33 WIB

Red: Fernan Rahadi

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ilustrasi

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ilustrasi

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Pada hari miladnya yang kedua, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), menggelar Malam Inspirasi dan Talkshow Inspirasi bagi Ramdan, seorang penderita penyakit langka, dan Manan, seorangpenyandang difabel.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana mengatakan, pada milad kedua ini berbagai kegiatan dilakukan IZI. "Melalui Zakatpedia.com IZI banyak menghimpun dana zakat, infak dan sedekah. Capaian target IZI dari tahun pertama hingga tahun ini boleh dikatakan meningkat secara signifikan," katanya, Senin, (20/11).

Melalui Zakatpedia.com yang diluncurkan pada Juni lalu, IZI berhasil mengajak para donatur untuk berdonasi, melalui program amal delapan asnaf zakat, seperti rumah singgah pasien untuk dhuafa, program kaki palsu, beasiswa mahasiswa dhuafa, bina mualaf, dan peduli dunia Islam. Pada Malam Inspirasi yang lalu, terang Wildhan, IZI memberikan bantuan rumah senilai Rp 200 juta kepada keluarga  Ramdan asal Cikalong Jawa Barat, yang menderita penyakit langka.

Menurut Wildhan, Ramdan seorang bocah yang menderita penyakit kanker kulit, yang tidak dapat disembuhkan dalam ilmu kedokteran. Bahkan Ramdan telah menjalani delapan kali operasi.

Tubuh Ramdan sama sekali tidak dapat berinteraksi dengan sinar, baik sinar matahari maupun sinar lampu. Dalam kehidupan sehari-hari Ramdan hanya ditemani oleh keluarganya, namun ia tidak berkecil hati. Ia tetap bersemangat untuk belajar. 

Bantuan kendaraan bermotor roda tiga juga diberikan kepada keluarga Manan. 

Manan yang merupakan seorang buruh press bata, yang mengalami amputasi kaki sebelah kanannya akibat kecelakaan kerja yang menimpanya. 

Manan mempunyai seorang istri yang menyandang difabel. Istri manan cacat pada kedua tangannya. Namun keluarga Manan tetap bersemangat dalam menjalankan usaha sehari-harinya dengan berjualan kebutuhan rumah tangga.

Wildhan berharap, kedepannya IZI dapat terus berinovasi dalam mengedukasi zakat kepada masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam berzakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA