Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Apakah Iblis Benar-Benar Terluka Saat Muslim Melempar Jumrah

Senin 20 Nov 2017 01:00 WIB

Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto

jamaah melempar jumrah di Jamarat, Senin (12/9). (Fazry Ismail/EPA)

jamaah melempar jumrah di Jamarat, Senin (12/9). (Fazry Ismail/EPA)

Foto: FAZRY ISMAIL/EPA

REPUBLIKA.CO.ID, Lempar jumrah di Mina adalah ritual wajib haji. Apakah dalam lempar jumrah tersebut ditujukan untuk merajam iblis? Aspek spiritual dan tujuan haji tidaklah demikian.

Dilansir dari Muslimink, pilar jamarat bukanlah iblis. Ini adalah kesalahpahaman bahkan di kalangan beberapa Muslim yang tidak berpendidikan. Meski ada cerita di balik ritual tersebut, kaum Muslimin melakukannya hanya karena ini adalah ritual haji dalam agama Islam. Para ilmuwan terus mengklarifikasi hal ini setiap tahun selama haji.

Lalu bagaimana hubungan ini dengan iblis? Haji itu sendiri adalah tindakan yang Allah tentukan melalui Nabi Ibrahim AS. Ketika kaum Muslimin mengikuti agama yang dimiliki semua nabi yakni Islam, maka ia adalah pewaris sejati mereka. Beberapa hukum dan aturan berbeda sesuai dengan waktu dan keadaan umat, namun ajaran imannya tetap sama.

Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah terakhir. Beliau menunjukkan kepada umatnya mengenai lempar jumrah. Lempar jumrah sebenarnya merupakan tindakan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Menurut riwayat, Iblis menampakkan diri kepada Nabi Ibrahim. Iblis mencoba untuk membingungkan atau mengalihkannya, sehingga Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk melempari dia dengan batu.

Allah memerintahkan kepada manusia hingga hari akhir untuk mempercayai peristiwa tersebut dan mengulangi tindakan Nabi Ibrahim. Sebagai kemuliaan yang Allah  berikan kepada Ibrahim. Dan manusia dengan bangga menghormati siapa yang dikehendaki Allah.

Abu Haamid al-Ghazaali, seorang sarjana terkenal di masa lalu, mengatakan: "Adapun pelemparan batu jamarat, tujuan di baliknya adalah mengikuti perintah dan penyerahan dan penghambaan yang nyata kepada Allah. Dan menunjukkan ketaatan penuh tanpa pemikiran rasional atau ego di dalamnya. Tujuannya juga untuk meniru Ibrahim ketika iblis menampakkan diri kepadanya di tempat itu untuk menanamkan kebingungan dalam pikirannya atau menggoda dia untuk berbuat dosa. Dan Allah memerintahkannya untuk melemparinya batu sehingga dia dapat mengusir iblis dan melepaskan harapannya.”

Pada kenyataannya secara lahiriah manusia memang melemparakan kerikil pada sebuah pilar. Namun, sejatinya makna dari pelemparan kerikil ini dapat melukai iblis karena manusia mematuhi perintah Allah sebagai penghormatan seorang hamba terhadap-Nya. Sebab, iblis tidak akan terganggu hal apapun kecuali ketaatan hamba kepada sang Pencipta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA