Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

JK Minta KAHMI Lahirkan Kader Bidang Ekonomi dan Pengusaha

Ahad 19 Nov 2017 17:31 WIB

Rep: rizky jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan arahannya pada acara penutupan Munas ke-X Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Medan, Ahad (19/11).

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan arahannya pada acara penutupan Munas ke-X Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Medan, Ahad (19/11).

Foto: Darmawan / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dapat mencetak kader-kader baru dan pengusaha di bidang ekonomi dan pengusaha. Hal ini sebagai upaya menumbuhkan bangsa dan menciptakan keadilan sosial.

"Kekurangstabilan adalah karena masalah pertumbuhan ekonomi yang tak dinikmati semua pihak, karena itu harus tumbuh para kader baru ekonomi, pengusaha," ujar Jusuf Kalla dalam penutupan Musyawarah Nasional ke-10 KAHMI di Istana Maimun, Medan, Ahad (19/11).

Jusuf Kalla mengatakan, kader-kader di bidang ekonomi dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan bangsa, terutama dalam mengatasi kesenjangan dan menumbuhkan keadilan sosial. Sebab, persoalan ekonomi dapat memberikan efek terhadap kemajuan dan stabilitas bangsa.

"Karena itu harapan yang terbesar adalah bagaimana memajukan ekonomi bangsa ini secara bersama-sama, bagaimana memajukan bangsa ini yg dinikmati oleh semua bangsa termasuk umat yaitu dengan cara mendorong paragenerasi muda kita, anggota kita, kader HMI dimanapun berada menekuni usaha-usaha yang memberikan manfaat besar bagi bangsa kita semua," kata Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla mengingatkan tujuan KAHMI adalah membina insan akademis yang bernafaskan islam, dan bertanggung jawab atas terlaksananya kehidupan bangsa yang adil dan makmur. Dia juga berpesan agar KAHMI berkewajiban untuk membina bangsa ini. Apalagi, KAHMI merupakan organisasi terbesar dan sudah 50 tahun mengabdi di Indonesia.

Dengan kiprah yang sudah mencapai setengah abad tersebut, Jusuf Kalla berharap, KAHMI dapat merealisasikan tujuannya. Sebab, untuk mencapai cita cita bangsa diperlukan upaya dan kerja keras dari berbagai pihak.

"Harapan kita semua bagaimana melanjutkan cita-cita, walaupun selalu dikatakan yakin usaha sampai, yakin aja terus usahanya sampai, tapi sampainya itu tentu menjadi bagian dari upaya kita," ujar Jusuf Kalla.

Dalam Musyawarah Nasional KAHMI tersebut,Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha KAHMI(HIPKA), Kamrussamad terpilih sebagai Koordinator Presidium KAHMI periode 2017-2023. Kamrussamad berhasil mengungguli 28 alumnus HMI lainnya yang dinyatakan lulus sebagai calon presidium oleh tim panitia seleksi.

Kamrussamad berhasil meraih 431 suara dari total 447 Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI di seluruh Indonesia. Dia berhasil mengungguli Ade Komaruddin yang meraih 421 suara, Ahmad Riza Pratia (365 suara), Ahmad Dolly Kurnia (334 suara) dan Viva Yoga (331 suara).Harry Azhar Azis (326 suara), R. Siti Zuhro (300 suara), Herman Khoeron (268 suara) dan Sigit Pamungkas (257 suara) melengkapi sembilan orang yang akan bersama-sama memimpin KAHMI yang diwujudkan dalam Presidium KAHMI Nasional.

"Tentu juga saya melihat daftar yang terpilih alhamdulillah semuanya bhinneka tunggal ika dari berbagai daerah, bermacam-macam asal parpol, berasal dari bermacam-macam universitas, itulah menjadikan KAHMI besar," kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengharapkan presidium yang terpilih dapat memajukan KAHMI dengan sebaik-baiknya. Selain itu, sesama anggota KAHMI harus saling mendukung satu sama lain.

Presidium KAHMI Kamrussamad mengatakan, sudah saatnya alumni HMI mengambil bagian dalam wirausaha. Hal ini diharapkan menjadi kekuatan baru bagi KAHMI di bidang ekonomi. Menurutnya, perlu ada keteladanan alumni untuk merubah cara pandang dari mencari lapangan kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA