Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Cina: Dunia Internasional tak Perlu Campuri Kasus Rohingya

Ahad 19 Nov 2017 10:52 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nur Aini

 Ribuan pengungsi muslim Rohingya yang mealrikan diri dari Myanmar, tertahan di perbatasan di Palong Khali, Bangladesh, Selasa (17/10).

Ribuan pengungsi muslim Rohingya yang mealrikan diri dari Myanmar, tertahan di perbatasan di Palong Khali, Bangladesh, Selasa (17/10).

Foto: AP/Dar Yasin

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi meminta pemerintah Bangladesh dan Myanmar mengambil langkah nyata guna menyelesaikan krisis Rohingya. Cina mendesak kedua negara untuk segera membahas konflik tersebut daripada menunggu solusi internasional.

"Komunitas internasional tidak seharusnya campur tangan dalam situasi yang ada," kata Wang Yi seperti diwartakan Reuters, Ahad (19/11).

Cina meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memfasilitasi pertemuan bilateral kedua negara untuk memecahkan konflik secara damai. Wang mengatakan, Cina mendukung upaya penyelesaian krisis dengan penuh konsultasi antara Bangladesh dan Myanmar.

Wang saat ini tengah berada di Bangladesh dam kunjungan kenegaraan selama dua hari. Rencananya, pria 64 tahun itu akan bertolak ke Myanmar untuk menghadiri pertemuan Asia-Eropa (ASEM) usai merampungkan lawatannya di Bangladesh.

Lebih dari 600 ribu minoritas Rohingya mengungsi ke Bangladesh usai agresi militer di Rakhine pada Agustus kemarin. Wang mengatakan, konflik tersebut membtuhkan solusi yang komprehensif agar ekonomi di Rakhine nantinya dapat berkembang. Cina, dia mengatakan, siap memberikan bantuan tersebut.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed mengatakan, Myanmar harus menjamin keselamatan, keamanan dan martabat muslim Rohingya untuk menyelesaikan konflik tersebut. Pengungsi dinilai juga harus dipersilahkan kembali ke kampung mereka dengan damai.

Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali mengatakan, pemerintahannya terus berusaha menyelesaikan konflik Rohingya secara bilateral dan internasional karena tidak mampu menampung permasalahan pengungsi sepenuhnya. Dia meminta Cina untuk tetap netral dengan tidak berpihak pada sisi manapun dalam konflik tersebut.

Sementara, dunia internasional rencananya akan mengunjungi Bangladesh untuk mempelajari konflik Rohingya. Anggota Kongres Amerika, Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom, Representatif PBB untuk urusan keamanan luar negeri Federica Mogherini, Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel dan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kona akan datang ke Bangladesh pekan ini.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA