Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Mentan Ingin Manfaatkan Lahan Tidur

Jumat 17 Nov 2017 18:34 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menyaksikan tanam perdana di lahan cetak sawah program 2017 di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (17/11).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menyaksikan tanam perdana di lahan cetak sawah program 2017 di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (17/11).

Foto: Republika/Melisa Riska Putri

REPUBLIKA.CO.ID, SOPPENG -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Kabupaten Soppeng di Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan lahan tidur. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memanfaatkan semua potensi yang ada di Tanah Air. "Kita ingin bangunkan petani tidur, bangunkan sumber daya yang masih tertidur," kata dia, Jumat (17/11).

Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu lumbung pangan Indonesia. Namun di Soppeng, produksi padinya terus mengalami peningkatan luar biasa. Kendati demikian, cetak sawah baru terus digenjot, mengingat Soppeng merupakan salah satu daerah yang menjadikan sektor pertanian sebagai sumber ekonomi.

Menurutnya, lahan terbengkalai yang ada di kabupaten tersebut merupakan lahan kering. Lahan seperti itu, kata dia, bisa diatasi dengan adanya irigasi yang baik.

Bersama Kementerian Desa PDTT dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersinergi mengangkat perekonomian Soppeng melalui gerakan sektor pertanian dengan membangun embung dan menanam komoditas strategis. Salah satu komoditas strategis yang juga potensial ditanam di Soppeng adalah jagung.

Pihaknya pun akan memberikan benih jagung dan alat dan mesom pertanian (alsintan) kepada para petani. "Kita manjakan petani Indonesia, kalau kita manjakan petani, dia akan manjakan Indonesia dengan produksi pertaniannya," kata dia. Yang jelas, ia menegaskan, jangan ada lahan gundul di Indonesia.

Hilirisasi pertanian juga didorong agar petani mendapat nilai yang lebih tinggi. Hilirisasi ini merupakan indutsri rumahan yang dibangun di pedesaan. Namun proses dan pengemasan komoditas pertanian juga harus senantiasa diperbaiki. Sehingga diharapkan, produk pedesaan itu mampu masuk ke supermarket. "Di situ valuenya paling besar," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA