Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Hadapi Ancaman Korut, Jepang Perkuat Pertahanan Rudal

Jumat 17 Nov 2017 13:01 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Shinzo Abe

Shinzo Abe

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji akan memperkuat pertahanan negaranya guna menghadapi ancaman rudal nuklir Korea Utara (Korut). Menurut Abe, Korut telah menjadi ancaman paling serius yang dihadapi Jepang sejak berakhirnya Perang Dunia II.

"Kami akan memperkuat kekuatan pertahanan Jepang, termasuk kemampuan pertahanan rudal, guna melindungi kehidupan masyarakat dan perdamaian," kata Abe ketika berpidato di gedung parlemen Jepang, Jumat (17/11).

Abe menyinggung perihal uji coba nuklir keenam Korut serta dua uji coba rudal yang melintas di atas wilayah Jepang tahun ini. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai sebuah krisis nasional karena mengancam keselamatan warga Jepang. Oleh sebab itu ia akan merespons meningkatnya provokasi tersebut dengan tindakan nyata.

Sejak Abe menjabat sebagai perdana menteri pada 2012, anggaran belanja untuk pertahanan Jepang, perlahan tapi pasti, mengalami kenaikan.

Pemerintah Jepang telah mengatakan bahwa mereka berencana membeli lebih banyaksistem pertahanan rudal, khususnya dari Amerika Serikat (AS).

Saat ini Korut diketahui tengah berusaha mencapai tujuannya, yaknimembangun rudal berhulu ledak nuklir yang mampu mencapai AS. Proyek ini yang memicu krisis di Semenanjung Korea, yang melibatkan AS dan sekutunya, yaitu Jepang dan Korea Selatan. Proyek ini pula yang mengakibatkan Korut dijatuhkan sanksi bertubi-tubi oleh Dewan Keamanan PBB.

Kendati telah disanksi dan kerap terlibat perang urat syaraf dengan Presiden AS Donald Trump, namun Korut telah bersumpah akan terus melanjutkan proyek rudal nuklirnya. Pyongyang mengklaim bahwa pembangunan rudal tersebut adalah untuk melindungi negaranya dari ancaman AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA