Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Vonis Buni Yani Lebih Rendah dari Tuntutan, Jaksa Banding

Rabu 15 Nov 2017 17:37 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani meneriakan takbir pada putusan dirinya, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (14/11).

Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani meneriakan takbir pada putusan dirinya, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (14/11).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Agung HM menegaskan, Kejaksaan Agung (Kejakgung) siap menghadapi banding yang akan diajukan Buni Yani pascaputusan vonis dalam kasus pelanggaran UU ITE. Buni Yani, pada Selasa (14/11) divonis penjara 1,5 tahun penjara di PN Kota Bandung.

Prasetyo mengatakan, Buni Yani dinyatakan terbukti bersalah melakukan kejahatan dan melanggar UU ITE. Namun, Prasetyo mengaku, vonis tersebut lebih rendah dari jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut dua tahun serta perintah untuk ditahan dan denda 100 juta. Tetapi, putusannya hanya 1,5 tahun tanpa diperintah untuk ditahan.

"Kita tunggu perkembangannya seperti apa, kalau yang bersangkutan mengupayakan upaya banding, JPU nya pun mengupayakan banding juga," ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/11).

Baca, Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani tidak Ditahan.

"Supaya kalau mereka kasasi JPU masih bisa melakukan kasasi, jadi masih panjang waktunya. Bagi kita semuanya sudah selesai meskipun kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya," katanya menjelaskan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA