Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

PM Spanyol Desak Warga Katalunya tak Pilih Separatis

Senin 13 Nov 2017 08:43 WIB

Rep: rizkyan adiyudha/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy berbicara dalam pertemuan dengan anggota Partai Conservative Popular Party di Barcelona, Spanyol, Ahad (12/11).

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy berbicara dalam pertemuan dengan anggota Partai Conservative Popular Party di Barcelona, Spanyol, Ahad (12/11).

Foto: AP Photo/Manu Fernandez

REPUBLIKA.CO.ID, KATALUNYA -- Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mendesak warga Katalunya tidak memilih separatis dari parlemen regional saat pemilihan umum nanti. Hal tersebut disampaikan Rajoy di hadapan anggota Partai Conservative Popular Party di Barcelona.

"Kami menginginkan hasil besar untuk membuka periode baru," kata Mariano Rajoy seperti diwartakan Scotsman, Senin (13/11).

Rajoy mengatakan, normalisasi merupakan hal penting yang harus segera dilakukan di Katalunya. Pengusiran para separatis, dia mengatakan, bertujuan meredakan tensi sosial dan ekonomi.

Rajoy ingin pemerintahan Katalunya tetap berada di bawah konstitusi Spanyol yang membuka peluang bagi pemerintah pusat untuk melakukan intervensi. Namun, hal tersebut sulit dilakukan jika para separatis masih menjabat.

"Selama berabad-abad Katalunya dan Spanyol telah membangun sebuah negara multibudaya dan beragam sehingga jangan beri peluang bagi separatis memutuskan hubungan yang mempersatukan kita," kata Rajoy.

Sebelumnya, sebuah jajak pendapat menunjukkan hasil ketat antara antara separatis dan massa anti-independen di Katalunya. Partai Conservative Popular Mariano Rajoy telah memenangkan tiga pemilihan nasional di Spanyol sejak 2011, namun suara berkurang 10 persen dalam pemilihan regional empat tahun berselang. Partai Conservative Popular terus berada dibawah partai regional seperti pro-business Citizens and the Socialists, yang merupakan partai anti-independen.

Mantan pemimpin Katalunya Carles Puigdemont dibebaskan untuk mengkampanyekan kemerdekaan hingga terlaksana pemilihan umum wilayah pada 21 Desember mendatang. Partai pendukung Puigdemont, PDeCAT dan partai prokemerdekaan lain, pada akhir pekan lalu menyatakan mereka akan turut serta dalam pemilu lokal. Mereka saat ini sedang menunggu partai-partai lain untuk membentuk aliansi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA