Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Menkopolhukam: Empat Wilayah Jadi Perhatian di Pilkada 2018

Rabu 01 Nov 2017 22:08 WIB

Red: Bayu Hermawan

Menkopolhukam Wiranto

Menkopolhukam Wiranto

Foto: EPA/Bagus Indahono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, empat wilayah yang akan melaksanakan Pilkada menjadi pemerintah lantaran suhu politiknya masih cukup tinggi. Menkopolhukam berharap seluruh persoalan yang bisa menimbulkan konflik saat pelaksanaan Pilkada dapat segera diatasi.

"Sejauh ini pemerintah melihat ada beberapa wilayah yang dinilai masih cukup tinggi suhu politiknya, seperti Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat," kata Menko Polhukam usai menggelar rapat mendadak terkait persiapan pilkada dan tingkat kerawanan di sejumlah daerah bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkum dan HAM Yasonna H Laoly, serta Mensesneg Pratikno, di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (1/11).

Namun, lanjut Wiranto, seluruh persoalan itu masih pada batas yang dapat dinetralisir dan belum dikategorikan ekstrem. "Mudah-mudahan tidak ke sana maka kita terus melakukan rapat koordinasi untuk terus mencoba mengendalikan kondisi di lapangan supaya tetap kondusif," kata Wiranto.

Dalam rapat itu, pihaknya ingin mengetahui wilayah mana saja yang akan menggelar pesta demokrasi dan dianggap masih rawan. Ia berharap jelang pilkada nanti seluruh persoalan bisa diselesaikan agar suasana tetap kondusif.

"Tadi kita minta penjelasan dari Mendagri mengenai masalah-masalah yang menyangkut persiapan pilkada. Kemudian kita cek lebih jauh kerawanannya bidang apa saja dan kita koordinasikan. Harapannya menjelang pilkada indeks kerawanan pemilu (IKP) sudah selesai dan kita atasi semua, damai, tenteram, dan tidak ada hambatan apa-apa," ujarnya.

Dirinya pun tidak menginginkan adanya situasi yang tidak kondusif, seperti perhelatan pilkada DKI. Namun, secara keseluruhan jelang pilkada kondisi semua wilayah dapat dinyatakan masih kondusif.

"Kalau memilih dengan cara damai tanpa tekanan dan paksaan pilihannya, kan tepat. Kalau pemilihannya tepat, pelaksanaan pemilu juga aman maka kualitas yang dihasilkan dari proses pemilihan itu akan bagus," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA