Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Polisi Kembali Tangkap Lima Terduga Teroris di Bima

Rabu 01 Nov 2017 13:27 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Andri Saubani

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) didampingi Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompu (kanan) menunjukkan barang bukti Foto dua pucuk senjata rakitan saat Rilis Teroris jaringan Bima di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (31/10).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) didampingi Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompu (kanan) menunjukkan barang bukti Foto dua pucuk senjata rakitan saat Rilis Teroris jaringan Bima di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (31/10).

Foto: Antara/Reno Esnir

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Komisaris Besar Polisi Tajuddin mengatakan, penangkapan terduga teroris kembali terjadi pada Rabu (1/11). Ada lima terduga teroris di diamankan di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Tajudin menyebutkan, lima terduga teroris yang diamankan masih berkaitan dengan jaringan Kelompok Imam Munandar. "Informasi laporan dari Kapolres Bima Kota tadi ada lima (terduga teroris), masih didalami," kata Tajuddin, Rabu.

Dalam penangkapan, kelima terduga teroris tidak melakukan perlawanan, meski kedapatan memiliki senjata. "Kapolres (Bima Kota) lapor sama saya, ada lima. Hasil pemeriksaan nanti kalau cukup bukti jadi tersangka," ungkap Tajuddin.

Tajudin menegaskan, aparat kepolisian tidak sembarangan menangkap terduga teroris, kecuali ada bukti yang kuat. Saat ini kelima terduga teroris masih dalam proses pendalaman, dan tidak menutup kemungkinan dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Polisi melakukan tindakan hukum tentu mempunyai bukti yang kuat, tidak mungkin melakukan hal yang sifatnya represif, upaya-upaya paksa kalau tidak cukup bukti untuk itu," kata Tajuddin menambahkan.

Adapun, dua terduga teroris yang tewas usai baku tembak sebelumnya, telah dipulangkan ke Bima pascamenjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara pada Rabu (1/11). Kedua terduga teroris, Muhamad Amirullah alias Once Dance (37) dan Rahmad Fadlizil Jalil Alias Yaman (27) berasal dari Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Bima, tewas usai baku tembak dengan Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 yang dibantu Polda NTB dan Polres Kota Bima, pada Senin (30/10/2017) di Pegunungan Oi Sarume, Dusun Mawu Dalam, Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima pada Senin (30/10). Keduanya merupakan jaringan Kelompok Imam Munandar.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA