Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

AS Berencana Hapus Aturan Hambat Mobil Swakemudi

Senin 30 Oct 2017 11:21 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Mobil sistem kemudi otonom yang dikembangkan nuTonomy sedang menjalani uji coba di Boston, awal Juni lalu.

Mobil sistem kemudi otonom yang dikembangkan nuTonomy sedang menjalani uji coba di Boston, awal Juni lalu.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya (NHTSA) Amerika Serikat mengatakan, sedang mencari solusi bagaimana menghapus hambatan peraturan untuk mengendarai mobil swakemudi.

Badan keamanan mobil AS itu mengatakan dalam sebuah laporan, mereka ingin menemukan 'hambatan peraturan yang tidak perlu' untuk mengendarai mobil otonom. ''Terutama AMD yang tidak dilengkapi dengan kontrol untuk supir manusia,'' ungkap Badan Keamanan Mobil AS, dikutip dari Reuters, Senin (30/10).

Badan ini juga menginginkan masukan tentang penelitian apa yang perlu dilakukan sebelum memutuskan apakah akan menghapus atau menulis ulang peraturan. Tapi butuh beberapa tahun bagi badan itu untuk menyelesaikan penelitian dan menyelesaikan perubahan peraturan, dan mendorong Kongres untuk bertindak.

NHTSA mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya berencana mengeluarkan pemberitahuan resmi dalam 'komentar meminta tanggapan di masa depan' mengenai rintangan hambatan. Pemberitahuan publik itu direncanakan pada akhir November.

Pembuat mobil harus memenuhi hampir 75 standar keselamatan mobil, yang banyak di antaranya ditulis dengan anggapan pengemudi berlisensi akan mengendalikan kendaraan tersebut. Badan tersebut mengatakan tahun lalu,  peraturan saat ini menimbulkan hambatan peraturan 'signifikan' terhadap kendaraan tanpa kontrol manusia.

Pada awal Oktober, panitia Senat AS dengan suara bulat memberi lampu hijau pada sebuah undang-undang yang ditujukan untuk mempercepat penggunaan mobil dikemudikan tanpa kontrol manusia dan akan memungkinkan agen tersebut untuk membebaskan persyaratan.

General Motors Co (GM.N), Alphabet Inc (GOOGL.O), Ford Motor Co (FN) dan yang lainnya melobi undang-undang negara tersebut. Sementara Auto Safety Groups, mendesak lebih banyak pengaman dan berjanji untuk terus berjuang demi perubahan.

Komite Perdagangan Senat menyetujui RUU tersebut, dan Kongres telah melewati langkah serupa bulan lalu. Pembuat mobil akan dapat pengecualian dari NHTSA untuk peraturan keselamatan hingga 80 ribu kendaraan per tahun dalam waktu tiga tahun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA