Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Diterpa Krisis, Bombardier Berusaha Selamatkan Unit Usahanya

Ahad 29 Oct 2017 02:12 WIB

Rep: fuji pratiwi/ Red: Budi Raharjo

Bombardier CRJ1000 NextGen

Bombardier CRJ1000 NextGen

Foto: www.bombardier.com

REPUBLIKA.CO.ID,MONTREAL -- setelah beberapa waktu lalu berhasil mengamankan unit bisnis jet CSeries, Bombardier Inc masih harus mencari cara menyelamatkan unit bisnis lainnya, termasuk kereta. Persoalan daya saing bahkan membuat prospek unit bisnis Bombardier terancam.

Produsen pesawat dan kereta asal Kanada itu sebelumnya kehilangan kesempatan bermitra strategis dengan Siemens AG asal Jerman. Sementara saat ini mereka harus menghadapi CRRC Corp Cina dan Siemens-Alstom yang segera terbentuk.

Perusahaan konsultan bisnis dan keuangan, Macquarie, menyatakan kondisi tersebut akan mengubah valuasi Bombardier pada 2019 seiring berjalannya kerja sama dengan Airbus dan spekulasi penjualan pesawat komersial.

Menurut analis AltaCorp, Chris Murray, bila kemitraan dengan Airbus mampu mendorong unit bisnis pesawat CSeries dan unit produksi mesin, unit produksi komponen pesawat milik Bombardier sudah matang dan stabil. ''Selesainya persoalan di CSeries berarti Bombardier bisa fokus pada bisnis kereta dan jet bersamaan,'' kata Murray seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/10).

Meski Moody's menurunkan peringkat sebagian bisnis Bombardier untuk jangka panjang akibat daya saing di bisnis kereta dan masa depan bisnis pesawat, Bombardier menilai hal itu prematur. CEO Bombardier Alain Bellemare mengatakan, saat ini pihaknya tengah memberi porsi lebih besar bagi unit kereta. Soal bisnis pesawat, Bombardier masih fokus juga ke sana.

Analis korporasi lainnya, Richard Aboulafia melihat, Bombardier hanya punya opsi memperbaiki, mencari mitra, atau menjual bisnis kereta mereka. ''Kalau mau memperbaiki, itu berarti harus ada mobilisasi dana besar untuk meningkatkan daya saingnya,'' kata Aboulafia.

Belum lama ini, Bombardier sudah melepas sebagian kepemilikan unit bisnis pesawat CSeries milik mereka kepada Airbus. Dana segar dari Airbus diharapkan mampu membuat unit bisnis pesawat regional berkapasitas 100-130 kursi itu bertahan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA