Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Generasi Milenial Potensi Kekuatan Indonesia

Sabtu 28 Okt 2017 15:24 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Andi Nur Aminah

Politisi PDIP, Effendi Simbolon

Politisi PDIP, Effendi Simbolon

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Generasi milenial yang identik dengan anak muda melek teknologi merupakan kekuatan potensial Indonesia. Anggota Fraksi PDIP DPR Effendi Simbolon mengatakanm para generasi milenial perlu dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan supaya bisa memanfaatkan teknologi untuk membangun negeri ini menjadi lebih kuat.

Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) itu mengatakan, pemerintah sepatutnya memfasilitasi kebangkitan generasi milenial di tengah momentum peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2017. "Kita perlu mengingatkan bahwa sejak dulu negara ini dibangun oleh para pemuda, terbukti dengan adanya Sumpah Pemuda pada 1928, yang kemudian mendorong Proklamasi Kemerdekaan pada 1945 yang juga dipelopori oleh para pemuda," kata Effendi dalam siaran persnya, Sabtu (28/10).

Menurut Effendi, generasi milenial pada hakikatnya menjadi pewaris bangsa dan negara ini. Mereka tidak boleh acuh dan apatis pada kondisi bangsa dan negara ini. Generasi milenial, sambung dia, harus didorong supaya konsisten berjuang untuk kemajuan bangsa dengan memanfaatkan teknologi.

Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15 hingga 64 tahun) mencapai  180 juta jiwa (70 persen) pada 2020-2030. Sedang 30 persen lagi adalah penduduk tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun). Bahkan, saat ini populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15 hingga 34 tahun sangat besar, mencapai 34,45 persen.

Effendi gembira, pemerintahan Jokowi-Jk sudah mengantisipasi dengan menyiapkan beberapa program menyambut generasi milenial sebagai bonus demografi. Selama tiga tahun, pemerintahan Jokowi-Jk telah menyediakan dana abadi sebesar Rp 22, 5 triliun tahun ini. Anggaran yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu disalurkan dalam bentuk beasiswa master dan doktoral kepada sebanyak 16.295 penerima.

"Pemerintah akan bekerja lebih fokus lagi dengan membuka akses generasi muda menempuh pendidikan setinggi-tingginya dengan menyiapkan beasiswa, mendorong semangat wirausaha, dan menyediakan lapangan kerja. Semua dilakukan supaya Indonesia mempunyai SDM berkualitas tinggi," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA