Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Kemendag Bantah Gerai Ritel Tutup Akibat Daya Beli Lemah

Kamis 26 Okt 2017 19:02 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini

Konsumen memburu barang-barang diskon di Gerai Lotus Thamrin.

Konsumen memburu barang-barang diskon di Gerai Lotus Thamrin.

Foto: Farah Nabila Noersativa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan masih mengkaji fenomena di balik tutupnya sejumlah gerai ritel modern. Karena itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, pemerintah tak mau terburu-buru mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan tumbangnya sejumlah gerai ritel modern.

"Kita harus kaji dulu kenapa dia tutup," ujarnya pada wartawan, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (26/10).

Menurut Tjahya, ada sejumlah alasan yang berpotensi menjadi penyebab gerai ritel tak mampu bertahan. Hal itu antara lain lokasi yang sudah tak sesuai, tak mampu bersaing dengan peritel lain, hingga gempuran platform jualan online.

Namun begitu, Tjahya meyakini tutupnya sejumlah gerai ritel modern bukan dipicu oleh menurunnya daya beli masyarakat. Sebab, kata dia, faktanya pasar tradisional tetap ramai pembeli. "Pasar rakyat itu kan juga ritel. Jadi kita harus melihat betul apa penyebabnya."

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan ritel telah menutup gerai-gerai mereka, antara lain Seven Eleven, Ramayana, Matahari, dan Lotus.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA