Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Seluruh Gerai Lotus Segera Ditutup, Debenhams Menyusul

Kamis 26 Oct 2017 13:26 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini

Sejumlah calon pembeli berdiri mengantre di depan pintu masuk pusat perbelanjaan Lotus yang masih tertutup untuk berbelanja barang dengan potongan harga di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Sejumlah calon pembeli berdiri mengantre di depan pintu masuk pusat perbelanjaan Lotus yang masih tertutup untuk berbelanja barang dengan potongan harga di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Foto: Antara/Widodo S Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) akan menutup seluruh gerai ritel fesyen Lotus pada akhir Oktober ini. Tidak hanya itu, ritel Debenhams pun berencana ditutup oleh MAP pada akhir 2017.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perubahan tren ritel secara global. Kini MAP sedang berkonsolidasi bisnis department store perusahaan dan fokus pada SOGO, SEIBU, serta Galeries Lafayette.

"Tren berbelanja generasi milenial telah beralih dari department store, dan memilih untuk berbelanja di gerai specialty store. Hal ini juga terjadi di Indonesia. Indonesia juga melihat pertumbuhan e-commerce berdampak pada offline store," ujar Head of Corporate Communication MAP Fetty Kwartati dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia yang dilansir Republika.co.id, Kamis, (26/10). Jelang penutupan, Lotus juga memberikan potongan harga atau diskon hingga 80 persen.

Fetty mengatakan, perseroan akan terus berinvestasi pada bisnis Active, Fashion, dan Food & Beverage. "Kami percaya inisiatif ini akan menunjuang pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang dan meningkatkan nilai pemegang saham," katanya.

Sebagai informasi, perseroan membukukan pendapatan Rp 11,82 triliun pada 2014, kemudian meningkat 7,8 persen pada 2015 menjadi Rp 12,83 triliun. Selanjutnya, pendapatan akhir 2016 naik 10,21 persen menjadi Rp 14,14 triliun.

Kemudian untuk laba bersih, perusahaan sempat merosot 61,53 persen menjadi Rp 30 miliar pada 2015. Hanya saja kinerja laba membaik pada 2016 dengan peningkatan hingga 592,72 persen menjadi Rp 208,47 miliar.

Pada semester I 2017, perusahaan kembali mencatatkan kenaikan pendapatan 15,81 persen menjadi Rp 7,71 miliar. Hal itu dibarengi dengan laba bersih sebesar Rp 175,02 miliar atau naik 278 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA