Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Polisi Cokok Karyawati Penilap Uang Toko Busana

Kamis 26 Oct 2017 00:50 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Menghitung uang. (Ilustrasi)

Menghitung uang. (Ilustrasi)

Foto: Pandega/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Sektor (Polsek) Pabean Cantikan Surabaya menangkap LBN (22) sebagai pelaku penggelapan uang senilai puluhan juta rupiah di toko busana CV. Cipta Busana Surabaya.

Polisi menangkap pelaku yang tinggal di Rusunawa Ngelom, Kecamatan Taman, Siodarjo, Jawa Timur.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pabean Cantikan Surabaya Ajun Komisaris Polisi Tritiko Gesang Hariyanto, kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengungkap tersangka berinisial LBN, tak lain adalah karyawati di toko busana itu.

"Kami menindaklanjuti laporan dari pemilik toko yang mengatakan tersangka tidak memasukkan uang setoran hasil penjulan baju oleh marketing ke dalam pembukuan," katanya.

Gesang menyebut uang yang digelapkan mencapai Rp24 juta.

"Modusnya, tersangka menyembunyikan nota yang telah disetorkan oleh karyawan bagian pemasaran. Ketika pemilik toko bertanya, tersangka mengaku tenaga marketing memang belum ada yang menyetor," ujarnya.

Dalih tersangka terpatahkan setelah pemilik toko melakukan audit dan menemukan ketidaksesuaian antara jumlah barang yang terjual dengan jumlah uang yang masuk.

Pemilik toko kemudian menanyakan ke karyawan di bagian pemasaran dan diperoleh jawaban uangnya sudah disetor semua kepada tersangka LBN.

Pemilik toko lantas melaporkan tindakan LBN ke polisi.

Gesang mengatakan penangkapan tersangka LBN tidaklah sulit. "Bahkan tersangka langsung mengakui perbuatannya," ujarnya.

Kepada penyidik polisi, LBN berdalih terpaksa melakukan penggelapan di tempat kerjanya untuk baiaya persalinan putra pertamanya.

Berdasakan penyelidikan polisi, tersangka LBN menggelapkan uang di toko tempat kerjanya secara bertahap.

"Kadang sehari dia menggelapkan senilai ratusan ribu, bisa pula dalam sehari langsung senilai jutaan rupiah," katanya.

Tersangka LBN berdalih seluruh uang yang digelapkannya telah habis untuk biaya keperluan persalinan putra pertamanya.

"Tersangka mengatakan sudah lama ditinggal pergi suaminya tanpa alasan yang jelas," ucap Gesang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA