Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Mentan Ancam Cabut Izin Jika Distribusi Pupuk Terlambat

Selasa 24 Okt 2017 06:32 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (23/10).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (23/10).

Foto: Republika/Ali Mansur

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menanggapi keluhan-keluhan petani, saat berkunjung ke garda terdepan NKRI, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Salah seorang petani bernama Usman menceritakan soal kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi belakangan ini.

Terkait cerita soal kelangkaan itu Amran langsung bergeming. Ia khawatir kelangkaan itu mengancam lahan pertanian yang tengah digarapnya. Salah seorang distributor yang turut hadir dalam acara itu, juga langsung dipanggil Menteri asal Sulawesi Selatan itu. Dia sempat meminta klarifikasi soal pengaduan petani.

"Nanti saya cabut semua izinmu kalau pupuk terlambat," ancam Amran kepada salah seorang distributor pupuk di wilayah tersebut, di depan petani Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (23/10).

Amran mengancam akan menindak tegas jika terdapat penyelewengan pupuk yang akhirnya merugikan para petani. Menurutnya, pupuk hak petani sehingga jangan sampai menelantarkan petani. Andi Amran menegaskan, kalau ada pupuk yang masuk ke perkebunan besar maka oknum itu harus ditangkap dan dikirim ke penjara.

Sebelumnya juga, Kementerian Pertanian juga telah menyerahkan sebanyak 2 ribu unit traktor untuk petani se-Kalimantan Utara. Bantuan tersebut untuk memperkuat langkah pemerintah untuk melakukan swasembada komoditas pertanian termasuk beras.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Nunukan, Asmin Laura Hafid menyatakan, sektor pertanian merupakan ujang tombak bagi pemerintahan Kabupaten Nunukan. Jadi, perlu perhatian khusus. Sebagai kabupaten yang sebagian besar berbatasan langsung dengan negar tetangga Malaysia, Nunukan masih membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Terutama dalam penyediaan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat perbatasan. Masyarakat perbatasan sangat membutuhkan bantuan dari pemerinta pusat baik dari sektor infrastruktur maupun sektor lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA