Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

DPD Usulkan Kuota Haji Tahun 2018 Ditambah

Selasa 17 Oct 2017 17:02 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Rapat kerja DPD dengan Menteri Agama tentang haji.

Rapat kerja DPD dengan Menteri Agama tentang haji.

Foto: dpd

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite III DPD RI mengusulkan penambahan kuota haji untuk tahun 2018 mendatang. Hal itu tertuang dalam RDP dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin di Gedung DPD Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (17/10).

Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris mengatakan DPD RI mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia terkait pembenahan ibadah haji baik dari segi administrasi, akomodasi, dan kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi pembenahan haji tahun ini kepada pemerintah. Tentunya, semua fasilitas harus didukung oleh stakeholder walaupun masih ada kekurangan,” ucapnya.

Fahira mengatakan memang setiap tahun permintaan haji kian bertambah. Maka, Komite III DPD meminta pemerintah untuk bisa menambah kuota haji sehingga tidak terlalu lama menunggu untuk berangkat ke Tanah Suci. “Kita berharap pemerintah bisa menambah kuota haji di tahun depan,” kata dia.

Selain itu, ia menjelaskan ada beberapa catatan untuk Kementerian Agama agar pembenahan ibadah haji bisa lebih baik lagi. Salah satunya, masih kurangnya pemahaman jamaah terkait ibadah haji. “Akibatnya masih ada jamaah yang masih bingung saat di Tanah Suci,” ujar senator asal DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Anggota Komite III DPD Suriati Armaiyn menambahkan bahwa secara umum penyelenggaran haji tahun ini sudah lebih baik. Namun ada perbaikan yang perlu menjadi masukan. “Terutama harus ada standarisasi jamaah yang lanjut usia yang harus didampingi oleh keluarganya. Karena jika orang lain yang harus mendampingi maka ini akan sulit,” kata dia.

Untuk pembimbing haji, sambung dia, tidak cukup satu orang yang harus meng-handle satu kloter. Seharusnya lebih baik satu pembimbing menangani dua rombongan. “Jika satu pembimbing menangani dua rombongan, maka bisa segera mendeteksi bila ada jamaah yang keluar dari rombongan,” ujar senator asal Maluku Utara itu.

Dikesempatan yang sama, Menag Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa pelaksanan haji sudah selesai dan seluruh jamaah sudah kembali ke Tanah Air. “Adapun jamaah yang masih di Tanah Suci itu karena kondisi fisiknya yang kurang baik dan wafat,” tegasnya.

Untuk penambahan kuota haji, Ia mengatakan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang meminta adanya tambahan kuota. Sebenarnya, problem haji saat ini berada di Mina padahal sudah dilakukan perluasan baik itu untuk jalan, hotel, dan sebagainya oleh pemerintah Arab Saudi.

Lukman melanjutkan jika kuota jamaah ditambah sementara luas perkemahan tidak disesuaikan maka akan mengancam jamaah Indonesia. “Sekarang ini kita sedang meyakinkan pemerintah Saudi untuk meningkat tenda dan menambah jumlah toilet di Minah. Jika penambahan kuota tidak dibarengi dengan ini maka ini mengancam jamaah kita,” kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA